Politiknesia.com

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Jarang Pimpin Apel ASN: Enggak Manfaat!

Dengan tegas, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memerintahkan para ASN (Aparatur Sipil Negara) bekerja penuh dengan disiplin.

“Kenapa saya jarang mimpin apel? Saya termasuk dulu enggak,” ucap Dedi Mulyadi di depan ASN.

“Apel saya sudah setahun sekali cukuplah Agustusan,” sambung Dedi Mulyadi.

“Kenapa? enggak manfaat. Naon sababna? Diapelin yang hadirnya 30, pegawainya 60,” kata Dedi Mulyadi.

“Eta kepala dinasna ngambek kahareupeun anu 30, pidato sejam setengah,” ungkap Dedi Mulyadi.

“Ari sia carekan mah itu 30 nu teu asup,” jelas Dedi Mulyadi.

Makanya, kata Dedi Mulyadi, di Indonesia ini paling aneh sebab yang paling rajin, yang paling sering mendapat amukan pimpinan.

“Belegug pimpinan model kitu. Benar teu?,” ucap Dedi Mulyadi.

“Anu paling rajin, ingat loh, dalam sebuah rumah, anak yang sering ditegur oleh orang tuanya, anak yang paling rajin. Masak asin, sia teh ngepel kotor, ngelapan kaca teu bersih,” tutur Dedi Mulyadi.

“Ari nu molor teu dicarek. Enggak, enggak bisa begitu,” tegas Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi memerintahkan, Sekda Jawa Barat tidak menjalankan sistemnya seperti itu.

Udah, yang hadir apel, apel udah, nu teu datang saha, bere cirian ngarana umumkeun sia teh di media sosial, pagawe unit kerja ieu anu pagawena kabeurangan, teu digawe, kedul, malah nyandung ngarana ieu ieu. Umumkeun sok wani umumkeun,” papar Dedi Mulyadi.

“Bikin plang di sini nih, depan kanan kiri nanti di sebelah kanan pegawai paling rajin, sebelah kiri pegawai paling kedul,” kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menegaskan, perintah tersebut serius dan selanjutnya akan berimplikasi pada tunjangan segala macam dipotong.

“Eta mah leweh motong tunjangan, emang hese da geus dipotong Bak Jabar, si eta mah asal kenaikan tunjangan langsung top up,” imbuh Dedi Mulyadi.

“Makanya menaikkan tunjangan ASN akan membuat sejahtera. Ceuk saha? Ireung. Begitu naik tunjangan, naik deui top up deui. Naik tunjangan top up deui,” kata Dedi Mulyadi.

Lebih lanjut Dedi Mulyadi mengungkapkan, seumur hidup bekerja di Pemprov Jawa Barat tetap SK di Bank Jabar.

Setelah pensiun, kata Dedi Mulyadi, ditambah lagi sehingga Korpri berhutang terus.

“Tapi da lamun teu nganyuk teu boga, benar enggak? makanya saya berulang-ulang ASN itu tujuh keajaiban dunia,” papar Dedi Mulyadi.

“Apa tujuh keajaiban dunia? gajinya aya nu minus Rp500 nu tinggal Rp300 nu tinggal Rp200 tapi bisa keneh meuli skincare, ka kantor tiap hari budakna sakolah kedokteran, malah aya nu nyandung ngaleuwihan aing itulah ASN,” jelas Dedi Mulyadi.

“Aya naon sebabna? rezeki itu tidak berarti hanya dari tempat di mana kita kerja, rezeki itu terhampar dari seluruh langit dunia, rezeki akan datang pada waktunya, ulah curiga oh si eta motong naonnya? enggak, belum tentu dia,” kata Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi menjelaskan, rezeki belum tentu dari tempat kerja.

Yang nolong kita ini belum tentu orang yang kita bantu. Yang sayang sama kita itu belum tentu orang yang kita kasih uang dalam setiap waktu,” papar Dedi Mulyadi.

Bisa jadi, menurut Dedi Mulyadi, orang lain yang tidak kenal.

“Itulah hidup. Sudah. Makanya jangan pernah berharap apa yang kita lakukan. Kenapa? Karena bisa jadi apa yang kita lakukan tidak dapat imbalan. Imbalannya apa yang kita tidak lakukan. Mantak, ulah nemen teuing mun bogoh sia teh bisi dinyenyeri,” pungkas Dedi Mulyadi sambil tertawa. (Sumber)