Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman menyampaikan Komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) merupakan aset negara yang telah berkontribusi besar dalam melahirkan wirausaha dan memperkuat ekosistem UMKM Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Maman saat membuka Pesta Wirausaha Nasional (PWN) TDA 2026 di Plenary Hall Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (20/6).
Ajang kewirausahaan tersebut mencatat lebih dari 15 ribu pendaftar dari 118 daerah dan 29 wilayah TDA di seluruh Indonesia.
“TDA adalah aset negara yang luar biasa. Selama hampir dua dekade menjadi pionir dalam membangun ekosistem kewirausahaan Indonesia,” kata Maman.
Menurut Maman, peran TDA sejalan dengan agenda pemerintah dalam memperkuat sektor UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional.
Dia menilai filosofi Tangan Di Atas memiliki nilai kuat karena mendorong pelaku usaha untuk tumbuh dengan semangat berbagi, kolaborasi, dan kontribusi sosial.
Maman juga menyebut penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian UMKM turut memperkenalkan Sapa UMKM, super aplikasi yang disiapkan sebagai rumah besar digital bagi 57 juta pelaku UMKM di Indonesia.
Melalui aplikasi tersebut, pelaku usaha dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari pembiayaan perbankan dan fintech resmi, pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi usaha, pelatihan digital, hingga pengembangan jejaring bisnis melalui fitur komunitas.
“Kita tidak mungkin menjangkau 57 juta UMKM dengan cara-cara konvensional. Karena itu kami menghadirkan Sapa UMKM sebagai platform digital yang menghubungkan pemerintah dengan seluruh pelaku UMKM Indonesia,” ujar Maman.
Selain digitalisasi, pemerintah juga menyiapkan dukungan sertifikasi halal gratis bagi sekitar 500 ribu pelaku UMKM menjelang batas akhir kewajiban sertifikasi halal pada Oktober mendatang.
PWN TDA 2026 mengusung tema “Next Level Legacy” dan menjadi momentum penting bagi TDA yang akan memasuki usia dua dekade dalam mendampingi pertumbuhan pelaku usaha di Indonesia.
Chief Operating Officer (COO) PWN TDA 2026, Mas Djun mengatakan tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kewirausahaan terus meningkat.
“Hari ini adalah momen yang sangat luar biasa. Pesta Wirausaha Nasional 2026 berhasil mencatat lebih dari 15.000 pendaftar per hari ini, dengan peserta hadir dari 118 daerah dan 29 wilayah,” ujar Mas Djun.
Dia menegaskan, PWN TDA bukan hanya forum seremonial, melainkan ruang strategis bagi pelaku usaha untuk memperluas jaringan, bertukar pengalaman, dan membuka peluang bisnis baru.
“PWN bukan sekadar event. PWN adalah ruang bertemunya para pejuang usaha, tempat lahirnya kolaborasi, berputarnya pengalaman, serta terbukanya peluang-peluang baru yang dapat mengubah perjalanan bisnis seseorang,” katanya.
PWN TDA 2026 juga menghadirkan berbagai sesi edukasi, mentoring, networking, serta pameran bisnis.
Sekitar 100 booth UMKM dari berbagai sektor usaha turut meramaikan kegiatan tersebut.
Acara ini juga mendapat dukungan lebih dari 300 sponsor dan mitra strategis.
Mas Djun menyampaikan, penyelenggaraan PWN di JICC menjadi pencapaian tersendiri bagi TDA.
Menurutnya, lokasi tersebut selama ini menjadi impian banyak anggota, senior, dan pendiri komunitas.
“Sempat ada senior dan founder yang bertanya kapan Pesta Wirausaha bisa digelar di tempat yang next level. Jawabannya adalah JICC. Alhamdulillah, hari ini dengan perjuangan selama satu tahun dan dukungan seluruh stakeholder, mimpi itu bisa terwujud,” ungkapnya.
Sementara itu, Presiden TDA 8.0, Eko Desriyanto, menyampaikan apresiasi kepada panitia, relawan, sponsor, mitra, dan seluruh pengurus TDA yang telah berkontribusi dalam membesarkan komunitas tersebut.
Eko mengatakan jumlah anggota TDA tumbuh signifikan selama masa kepemimpinannya.
Dari sekitar 30 ribu anggota, kini jumlah anggota TDA telah mencapai 62 ribu dan mendekati 70 ribu orang.
“Ini merupakan hasil kerja keras seluruh pengurus yang terus berkeliling Indonesia memberikan inspirasi, edukasi, dan pendampingan kepada para UMKM,” kata Eko.
Dia juga mengajak seluruh anggota TDA untuk mendukung program digitalisasi pemerintah melalui aplikasi Sapa UMKM.
Menurut Eko, keberhasilan PWN TDA 2026 digelar di JICC merupakan warisan penting bagi organisasi dan harus terus ditingkatkan oleh kepengurusan berikutnya.
“Hari ini di JICC menjadi mimpi kita semuanya sebagai next level legacy TDA. Saya titip kepada Presiden TDA 9.0 agar PWN berikutnya tidak lebih kecil dari JICC. Legacy harus terus ditingkatkan,” ujar Eko.
Dalam acara tersebut, Maman juga menyampaikan selamat kepada Ferdians yang terpilih sebagai Presiden TDA 9.0.
Dia berharap kepengurusan baru mampu melahirkan lebih banyak UMKM yang naik kelas menjadi perusahaan berskala nasional hingga korporasi besar.
Pesta Wirausaha Nasional TDA 2026 berlangsung selama dua hari pada 20–21 Juni 2026.
Kegiatan ini menghadirkan program edukasi bisnis, pameran UMKM, mentoring, networking, dan kolaborasi lintas sektor untuk mempercepat pertumbuhan UMKM Indonesia menuju level yang lebih tinggi. (Sumber)





