Politiknesia.com

Drone Ukraina Hancurkan S-400 Pelindung Istana Putin, Rusia Kena Pukulan Telak

Serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina telah menghancurkan sistem rudal S-400 Rusia yang ditempatkan untuk melindungi salah satu istana paling mewah milik Presiden Rusia Vladimir Putin di pesisir Laut Hitam. Serangan yang diduga menargetkan Putin ini menjadi pukulan telak bagi Moskow.

Serangan itu berlangsung pada Minggu malam lalu, namun baru diungkap militer Kyiv baru-baru ini. Sistem rudal S-400 tersebut berlokasi sekitar 12 mil dari kediaman mewah milik Putin di dekat Gelendzhik, Rusia selatan. Sistem ini dirancang untuk mencegat pesawat terbang, pesawat nirawak, dan rudal jelajah.

Menurut komandan pasukan sistem nirawak Ukraina, Mayor Robert Brovdi, peluncur sistem rudal canggih Rusia tersebut dibiarkan terbakar hebat dan terus meletup-letup selama tiga jam setelah serangan pesawat nirawak. S-400 tersebut dilaporkan merupakan bagian dari jaringan keamanan yang lebih luas untuk melindungi kompleks kepresidenan.

Sistem peperangan elektronik dan tim penembak mobile juga dikerahkan di sekitar kediaman tersebut, yang dikelilingi oleh “zona penyangga” seluas 27 mil persegi. Zona larangan terbang permanen juga diberlakukan di atas wilayah tersebut.

Namun, Brovdi mengeklaim bahwa peluncur tersebut telah dialihfungsikan untuk menembakkan rudal ke kota-kota di Ukraina, termasuk enam rudal yang diluncurkan pada 8 Agustus. Mengutip laporan The Telegraph, Kamis (13/8/2026), Rusia semakin mengandalkan sistem rudal seperti S-400 untuk melakukan serangan terhadap Ukraina karena Kyiv menghadapi kekurangan rudal pencegat Patriot, yang dianggap krusial untuk menangkal serangan rudal balistik.

Istana Mewah Putin

Lokasi sasaran berada di dekat kediaman mewah yang kerap dijuluki “Istana Putin”, sebuah kompleks luas bergaya Italia yang biaya pembangunannya diperkirakan mencapai USD1 miliar. Sebuah investigasi oleh Anti-Corruption Fundation, yang dipimpin oleh mendiang tokoh oposisi Alexei Navalny, membeberkan rincian properti tersebut pada tahun 2021.

Navalny meninggal dunia di sebuah penjara Siberia pada tahun 2024. Berbagai laporan mengenai properti ini menggambarkan kemewahan yang luar biasa. Kompleks tersebut dilaporkan mencakup kasino, kebun anggur, spa, gelanggang es, teater, ruang tari tiang (pole-dancing), ruang santai hookah, “diskotek air”, dan bahkan ruangan khusus untuk miniatur kereta api. Sebuah kapel dilaporkan telah ditambahkan pada tahun 2023.

Putin diyakini hanya sesekali mengunjungi kediaman di tepi Laut Hitam tersebut, mengingat kekhawatiran akan serangan pesawat nirawak jarak jauh Ukraina yang membuat lokasi itu semakin berisiko. Sebaliknya, dia diperkirakan lebih memilih dacha (rumah peristirahatan) yang dijaga ketat di Danau Valdai, sekitar 185 mil di sebelah timur Moskow.

Analis militer Yan Matveyev mengatakan kepada The Moscow Times mengatakan citra satelit tampaknya mengonfirmasi kehancuran setidaknya satu peluncur rudal. “Kini istana Putin tidak lagi terlindungi,” katanya.

Ukraina telah melancarkan serangan lebih jauh ke dalam wilayah Rusia dalam beberapa pekan terakhir, termasuk serangan pesawat nirawak yang menjangkau jarak lebih dari 600 mil (965 km) ke wilayah musuh pada awal pekan ini.

(Sumber)