Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) SOKSI sekaligus Anggota DPR RI, Dr. Agun Gunandjar Sudarsa Bc.IP., M.Si., memberikan materi Dikpol (Pendidikan Politik) di hadapan ratusan peserta SOKSI Kabupaten Ciamis.
Acara tersebut berlangsung di Aula Wisata Jinzu, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Rabu (7/1/2025).
Pendidikan politik kali ini mengusung tema “Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia Kader SOKSI untuk Pemenangan Pemilu 2029”.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya konsolidasi dan kaderisasi organisasi dalam mempersiapkan peran strategis SOKSI pada kontestasi politik mendatang.
Dalam pemaparannya, Agun menitikberatkan pembahasan mengenai Empat Pilar Kebangsaan serta Doktrin Karyawanisme bagi kader SOKSI sebagai insan karya dan masyarakat karya.
Ia menjelaskan bahwa kader SOKSI harus memahami nilai-nilai fundamental bangsa sebagai landasan berpikir dan bertindak.
“SOKSI adalah organisasi yang lahir dari semangat kebangsaan. Setiap kader harus memiliki nilai dalam pikiran, pandangan, dan pergerakan, sehingga mampu melahirkan tindakan dalam bentuk karya nyata bagi masyarakat,” ujar Agun.
Ia menegaskan bahwa SOKSI didirikan pada 20 Mei 1960 oleh Mayjen TNI (Purn.) Suhardiman dengan ideologi Pancasila.
Selain itu, SOKSI juga merupakan salah satu unsur pendiri Sekber Golkar pada tahun 1964 dan hingga kini berfungsi sebagai ormas pendiri Partai Golkar yang menyalurkan aspirasi politik sekaligus membina kader.
Agun berharap pendidikan politik ini dapat menjadi momentum perubahan sikap bagi kader setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Saya berharap setelah Dikpol ini selesai, kader SOKSI benar-benar mampu mewujudkan kehidupan nyata yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, dan nilai kerakyatan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Agun mendorong agar kader SOKSI menjadi pelopor dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan serta memperkuat peran ekonomi dan sosial.
Menurutnya, pendidikan politik harus melahirkan kader yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kemandirian dan daya saing.
Dikpol sebagai Solusi Kaderisasi, menurut Agun, keberadaan Dikpol sangat penting untuk mencetak kader yang mampu memperjuangkan gagasan politik berbasis kepentingan nasional, sekaligus adaptif menghadapi tantangan global pada tahun 2026.
Ia juga menekankan pentingnya penyerapan aspirasi masyarakat sebagai tugas utama kader.
“Kader ke depan tidak boleh hanya berhenti pada pemahaman teori politik. Mereka harus aktif turun, berdialog, serta menyerap aspirasi masyarakat dan memperjuangkannya,” paparnya.
Sementara itu, Ketua Depicab SOKSI Ciamis, Uus Jayusman, menilai kegiatan pendidikan politik tersebut sangat strategis bagi masa depan organisasi dan Partai Golkar.
“Dikpol SOKSI ini penting sebagai ajang kaderisasi. SOKSI berperan sebagai wadah pembinaan kader bangsa yang patriotis dan nasionalis melalui pendidikan politik,” ujar Uus.
Ia menambahkan bahwa kader SOKSI merupakan pilar kekuatan Partai Golkar yang harus memiliki pengetahuan politik serta militansi tinggi.
“Golkar adalah partai kader. Dikpol menjadi salah satu syarat dan sarana kaderisasi untuk mempersiapkan kader petarung yang siap memenangkan Golkar di Pemilu 2029,” tegasnya.
Selain pembekalan materi politik, para peserta Dikpol juga mendapatkan pelatihan pemberdayaan ekonomi dan kepemudaan.
Program tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas kader agar mampu berkontribusi dalam pembangunan bangsa yang mandiri dan kompetitif.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, SOKSI Kabupaten Ciamis berharap dapat melahirkan kader-kader berkualitas, militan, serta siap menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat dalam mewujudkan cita-cita pembangunan daerah maupun nasional. (Sumber)





