Politiknesia.com

Idrus Marham: IKA UIN Alauddin Makassar Dukung Prabowo Pimpin Dunia Islam Dalam Perdamaian Dunia

Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Negeri (IKA UIN) Alauddin Makassar bersama sivitas akademika kampus menegaskan dukungan penuh terhadap langkah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam memimpin upaya perdamaian global, terutama terkait penyelesaian konflik Palestina–Israel.

Dukungan ini disampaikan langsung dalam pertemuan pengurus IKA UIN Alauddin yang dipimpin Ketua Umum BPP IKA UIN Alauddin Makassar, Idrus Marham, di Makassar, Sabtu (15/11).

Idrus menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi moral, historis, dan strategis untuk tampil sebagai motor perdamaian dunia Islam. Dengan populasi Muslim lebih dari 240 juta jiwa, tradisi Islam moderat, serta stabilitas politik yang terjaga, Indonesia dinilai memiliki legitimasi kuat untuk menjadi mediator yang dihormati komunitas internasional.

“Ketika tragedi sebesar ini terjadi dan dunia belum mampu memberikan solusi, maka negara dengan kapasitas moral seperti Indonesia harus tampil,” ujar Idrus saat memimpin pertemuan tersebut.

Idrus Marham menegaskan bahwa arah kebijakan luar negeri yang ditempuh Presiden Prabowo saat ini bergerak selaras dengan identitas keagamaan dan modal sosial Indonesia, sehingga memperkuat posisi bangsa di panggung global.

“Kami IKA dan UIN Alauddin mendukung sepenuhnya peran Presiden Prabowo sebagai pemimpin dunia Islam dalam perdamaian dunia, khususnya dalam mengatasi krisis kemanusiaan di Gaza,” sambung Idrus.

Menurut Idrus, satu tahun kepemimpinan Prabowo telah menunjukkan konsistensi diplomasi Indonesia dalam berbagai forum internasional. Kunjungan luar negeri pertama Presiden Prabowo ke Mesir dinilainya sebagai penanda kuat bahwa Indonesia ingin mengambil peran lebih besar dalam penyelesaian konflik Timur Tengah.

“Satu tahun kepemimpinan Presiden Prabowo telah menunjukkan kepemimpinan yang kuat terhadap perdamaian dunia. Kita masih ingat kunjungan luar negeri pertama presiden ke Mesir, di situ sudah menunjukkan jati diri Prabowo sebagai pemimpin dunia Islam,” tutur Idrus Marham.

Dalam pandangannya, suara Indonesia diterima dunia karena tidak dibebani konflik sektarian maupun kepentingan politik yang mengikat.

“Indonesia adalah negara yang bebas dari konflik sektarian internal dan tidak memiliki hubungan politik yang membatasi posisi diplomatiknya. Suara Indonesia adalah suara moral,” jelas Idrus.

Idrus juga menekankan bahwa solusi dua negara harus menjadi agenda moral Indonesia di setiap platform diplomasi global. “Kita tidak boleh bergantung pada figur atau momentum. Indonesia harus membangun sistem yang membuat peran ini terus hidup lintas generasi,” tegasnya.

Dalam konteks kontribusi intelektual, Idrus menggarisbawahi bahwa alumni UIN seluruh Indonesia memiliki modal yang sangat besar. Ia mencatat lebih dari 1.350 guru besar dan puluhan ribu doktor alumni UIN telah berkiprah pada berbagai posisi strategis di Nusantara. “Ini kekuatan intelektual yang bisa menjadi garda terdepan diplomasi rakyat Indonesia,” ujarnya.

Karena itu, BPP IKA UIN Alauddin tengah mengoordinasikan jaringan alumni UIN se-Indonesia untuk merumuskan gagasan dan program strategis yang dapat mendukung langkah diplomasi pemerintah, termasuk penguatan diplomasi akademik dan riset.

Sebagai langkah konkret, pada November ini, IKA UIN Alauddin bersama UINAM akan menggelar Seminar Internasional Perdamaian Dunia yang dimulai pada 17 November 2025 di Kampus UIN Alauddin Makassar. Agenda tersebut menghadirkan Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., dan Anis Matta sebagai keynote speaker, sebelum berlanjut ke sejumlah UIN lainnya.

“Seminar internasional tentang perdamaian dunia ini pertama kali digelar di perguruan tinggi dan peserta yang akan hadir sebanyak 1.500 orang,” tandas Idrus Marham.

Dengan kekuatan akademisi, jaringan pesantren, organisasi Islam, dan dukungan pemerintah, IKA Alauddin meyakini Indonesia berada pada momentum penting untuk mengambil peran lebih besar sebagai pelopor perdamaian dunia. {radaraktual}