Politiknesia.com

Kanselir Jerman Tuding Perang Rusia-Ukraina Bikin Jatuh Pesawat Azerbaijan Airlines

Kanselir Jerman Olaf Scholz menyalahkan perang Rusia-Ukraina sebagai penyebab jatuhnya pesawat Azerbaijan Airlines di Kazakhstan, yang memakan banyak korban jiwa.

“Perang brutal Rusia terhadap Ukraina berdampak pada semakin banyak orang tak bersalah, bahkan di luar Ukraina. Itu terlihat dari bencana udara di Aktau yang harus diselidiki secara menyeluruh,” tulis Scholz di media sosial X, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu (31/12/2024).

“Doa kami untuk keluarga para korban dan kami berharap yang terluka segera pulih,” ujar Scholz menambahkan.

Sementara itu dalam wawancara dengan wartawan di Berlin, juru bicara Kementerian Luar Negeri Jerman, Kathrin Deschauer mengatakan, kematian tragis begitu banyak orang tidak akan terjadi jika Presiden Rusia Vladimir Putin tidak melancarkan perang terhadap Ukraina.

Pada Rabu (25/12/2024), sebuah pesawat maskapai Azerbaijan Airlines yang terbang dari ibu kota Azerbaijan, Baku, menuju Grozny di Republik Chechnya, Rusia, jatuh tiga kilometer dari Kota Aktau di pesisir Laut Kaspia.

Pihak berwenang Kazakhstan mengatakan 38 orang tewas dalam kecelakaan pesawat Embraer 190 yang mengangkut 67 orang itu, sementara 29 lainnya selamat. Penyidikan atas insiden tersebut masih berlangsung.

Pernyataan awal menyebutkan bahwa tabrakan dengan burung mungkin menjadi penyebab kecelakaan. Namun, rekaman dari lokasi memperlihatkan beberapa lubang besar di bagian ekor pesawat sehingga menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan serangan.

Pada Kamis (26/12/2024), sejumlah pejabat senior Azerbaijan mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa kecelakaan pesawat tersebut disebabkan oleh sistem rudal Rusia.

Presiden Putin pada Sabtu (28/12/2024) berbicara melalui telepon dengan Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev. Selama percakapan itu, Putin meminta maaf atas insiden tersebut dan menyampaikan belasungkawa.

Sehari kemudian, Aliyev mengatakan ekor pesawat yang jatuh tersebut rusak parah akibat tembakan senjata dari darat.

Presiden Azerbaijan itu mendesak Moskow untuk mengakui kesalahan, menghukum pihak yang bertanggung jawab, serta membayar kompensasi.(Sumber)