Pemerintah terus memperkuat sinergi industri dengan otoritas daerah. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, penguatan standar teknis menjadi kunci utama guna meningkatkan nilai jual komoditas lokal.
Langkah strategis ini bertujuan agar bahan mentah daerah dapat diolah menjadi produk jadi yang berkualitas. Transformasi ekonomi tersebut akan memberikan dampak positif bagi daya saing industri nasional secara keseluruhan.
“Pemerintah secara konsisten memacu kebijakan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah bahan baku lokal, seperti karet dan kelapa sawit. Bahan baku tersebut tidak hanya dijual mentah, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 6 Februari 2026.
Sementara itu, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari memastikan terus berkomitmen dalam memperluas akses layanan. Ia menjamin, pelaku industri kecil di daerah mendapatkan pendampingan teknis yang sangat memadai.
Standardisasi produk dipandang sebagai fondasi penting untuk membangun kepercayaan pasar terhadap barang lokal. Pihak kementerian akan terus menjamin kualitas hasil industri melalui unit teknis yang tersebar di wilayah.
“Standardisasi bukan sekadar pemenuhan persyaratan teknis, tetapi menjadi fondasi untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan kepercayaan pasar. Melalui Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Palembang, pelaku industri di Musi Banyuasin memperoleh pendampingan yang komprehensif agar naik kelas dan berdaya saing,” ujar Emmy.
Di sisi lain, Kepala BSPJI Palembang Dimas Wibisono Prakoso melaporkan kesiapan fasilitas laboratorium dalam mendukung program hilirisasi. Menurutnya, penyediaan layanan kalibrasi serta pengujian mikrobiologi sudah terintegrasi secara profesional.
Infrastruktur tersebut disiapkan khusus untuk mengawal mutu produk unggulan dari Kabupaten Musi Banyuasin. Percepatan pengembangan industri berbasis kelapa sawit menjadi prioritas utama bagi tim teknis di lapangan.
“Kami menyediakan berbagai fasilitas laboratorium pengujian kimia dan mikrobiologi, layanan kalibrasi, sertifikasi produk, hingga konsultasi teknis industri. Dukungan ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan industri berbasis karet dan kelapa sawit yang menjadi unggulan Kabupaten Musi Banyuasin,” kata Dimas.
Ketua Komisi II DPRD Musi Banyuasin Jonkenedi mengapresiasi dukungan penuh kementerian terhadap ekosistem usaha daerah. Menurutnya, pemerataan layanan industri sangat dibutuhkan oleh seluruh masyarakat pelaku usaha.
Legislator berharap kolaborasi ini segera menghasilkan program konkret yang berdampak nyata pada kesejahteraan warga. Pihaknya mendukung penuh upaya standarisasi demi meningkatkan level persaingan industri kecil menengah di pasar.
“Pemerataan akses layanan industri yang berkelanjutan sangat dibutuhkan oleh pelaku usaha di Musi Banyuasin. Kami berharap kolaborasi ini dapat ditindaklanjuti dengan program nyata yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan pelaku industri lokal,” ujar Jonkenedi.
Kunjungan kerja legislatif tersebut juga melibatkan peninjauan langsung ke laboratorium pengujian mutu keamanan produk. Fokus utama diskusi adalah mengenai optimalisasi potensi industri daerah yang selama ini belum tergarap maksimal.(Sumber)





