Menteri Pertanian Jepang, Taku Eto, meminta maaf secara publik pada Senin (19/5) setelah menyatakan ia “tidak pernah perlu membeli beras” di saat masyarakat banyak memprotes soal kenaikan harga beras.
Komentar yang dianggap tone-deaf itu dilontarkan Eto dalam acara penggalangan dana politik pada Minggu dan pertama kali dilaporkan oleh Kyodo News hingga tersebar cepat ke media lainnya.
Sementara itu, dalam rekaman yang ditayangkan stasiun penyiaran publik NHK memperlihatkan Eto tengah berbicara di podium dalam acara tersebut. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak pernah harus membeli beras karena para pendukungnya kerap memberikannya sebagai hadiah.
Eto bahkan terdengar mengaku bahwa ia “punya cukup banyak beras hingga bisa dijual.”
“Saya baru saja dimarahi istri lewat telepon. Kami hanya berdua, jadi biasanya memang cukup (beras), tapi dia bilang kalau beras habis, dia tetap pergi membelinya,” kata Eto kepada wartawan seperti dikutip Reuters.
Pernyataan Eto itu pun memicu kemarahan publik terutama di media sosial karena dianggap tidak bisa bersimpati kepada warga yang tengah menghadapi kenaikan harga beras.
“Anda sudah tamat. Cepat mundur!” tulis seorang pengguna di X.(Sumber)





