Politiknesia.com

PM Denmark, Mette Frederikden Ancam Sanksi Israel: Netanyahu Biang Masalah!

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen melontarkan kritik keras terhadap Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Menurutnya, Netanyahu adalah biang masalah di balik agresi brutal Israel di Jalur Gaza yang telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina.

Dalam wawancaranya dengan harian Jyllands-Posten yang dipublikasikan pada Sabtu (16/8/2025), Frederiksen menegaskan akan terus menekan Israel. Langkah ini diambil seiring dengan posisinya sebagai presiden Uni Eropa saat ini.

“Netanyahu kini adalah masalah itu sendiri,” ujar Frederiksen, mengecam ambisi Netanyahu yang dianggapnya ‘terlalu jauh’.

Ambisi ini mencakup rencana operasi militer baru di Gaza dan perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat.

Denmark Dorong Sanksi, Tuntut Hentikan Kebrutalan
Frederiksen tak menutupi kekesalannya terhadap situasi kemanusiaan di Gaza yang ia sebut ‘benar-benar mengerikan dan katastropis’. Ia pun mengecam keras proyek permukiman baru yang terus dibangun di Tepi Barat.

“Kami adalah salah satu negara yang ingin meningkatkan tekanan terhadap Israel, namun sejauh ini kami belum memperoleh dukungan dari negara-negara anggota Uni Eropa,” ungkapnya.

Meski demikian, Denmark tidak akan menyerah. Frederiksen menyatakan pihaknya sedang mempertimbangkan opsi ‘tekanan politik, sanksi, baik terhadap para pemukim, menteri, atau bahkan Israel secara keseluruhan’. Sanksi ini bisa mencakup perdagangan maupun penelitian.

“Kami tidak menutup kemungkinan apa pun sejak awal. Sama seperti dengan Rusia, kami merancang sanksi untuk menyasar titik di mana kami percaya akan memberi dampak paling besar,” tambahnya.

Gelombang Dukungan untuk Palestina Menguat
Meskipun Denmark belum secara resmi mengakui negara Palestina, pernyataan ini menunjukkan perubahan sikap signifikan dari negara-negara Barat. Belakangan, dukungan terhadap Palestina semakin menguat, bahkan datang dari sekutu-sekutu utama AS dan Israel.

Prancis, Inggris, Kanada, hingga Australia kompak akan mengakui negara Palestina dalam sidang Majelis Umum PBB pada September mendatang. Sebuah langkah yang menunjukkan gelombang besar dukungan internasional yang kian tak terbendung.(Sumber)