Hubungan diplomatik antara Spanyol dan Israel mencapai titik nadir. Pemerintah Spanyol secara resmi mengumumkan penarikan Duta Besarnya dari Israel secara permanen. Langkah drastis ini diambil Madrid menyusul memburuknya situasi global akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat ke wilayah Iran.
Keputusan tersebut tertuang dalam lembaran resmi pemerintah yang menyatakan bahwa masa jabatan Duta Besar Spanyol di Tel Aviv telah berakhir per Selasa (10/3/2026). Kementerian Luar Negeri Spanyol menegaskan, untuk waktu yang tidak ditentukan, misi diplomatik mereka hanya akan dipimpin oleh seorang Kuasa Usaha.
Langkah berani ini bukanlah insiden tunggal. Ini adalah puncak dari rentetan ketegangan yang bermula sejak agresi brutal militer Israel ke Jalur Gaza pada 2023 silam. Spanyol secara konsisten menempatkan diri sebagai “suara nurani” Eropa yang paling lantang mengecam tindakan zionis.
Tak hanya sekadar mengecam, Madrid sebelumnya telah mengambil langkah nyata:
Pengakuan Kemerdekaan: Spanyol resmi mengakui kedaulatan Palestina di tengah berkecamuknya serangan Israel.
Blokade Logistik Militer: Sejak September tahun lalu, Spanyol melarang seluruh pesawat dan kapal pengangkut senjata menuju Israel untuk transit di wilayah udara maupun pelabuhan mereka.
Penolakan Pangkalan Militer: Madrid secara tegas menolak permintaan Amerika Serikat yang ingin menggunakan pangkalan militer di Spanyol untuk kepentingan perang melawan Iran.
Prinsip Pedro Sanchez: Tanpa Kompromi
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan bahwa posisi negaranya tidak akan bergeser. Spanyol menolak standar ganda dalam melihat konflik internasional, baik itu di Palestina, Ukraina, maupun Iran.
Melalui unggahan video di platform X, Sanchez menyampaikan pesan singkat namun menohok yang kini menjadi garis besar kebijakan luar negeri. Posisi pemerintah Spanyol bisa ditegaskan dalam beberapa kata: tidak ada perang,” tegas Sanchez.
Sikap keras Madrid ini menandai keretakan signifikan di internal negara-negara Barat terkait dukungan terhadap manuver militer AS-Israel di Timur Tengah. Di tengah kecamuk perang yang kian meluas, Spanyol memilih jalan sunyi diplomasi demi kemanusiaan.(Sumber)





