Kecaman terhadap Israel terus mengalir. Kali ini datang dari Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Dalam rapat kabinet di Provinsi Bitlis Timur, Erdogan mengutuk keras serangan Zionis ke Rumah Sakit Nasser di Gaza.
Serangan itu, kata Erdogan, menewaskan 20 orang termasuk pasien, tenaga medis, dan jurnalis.
Dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (26/8/2026), Erdogan menyebut Perdana Menteri Benjamin Netanyahu sebagai ‘penjahat perang yang haus darah’ karena serangan di Gaza.
“Kami mengutuk penargetan Kompleks Medis Nasser pagi ini dan agresi Israel yang sedang berlangsung di Gaza,” kata Erdogan.
Pembantaian Berlanjut, Dunia Harus Bertindak
Erdogan menyebut serangan terhadap rumah sakit di Gaza sebagai kelanjutan dari genosida yang dilakukan Israel. Tuduhan genosida itu juga disuarakan negara-negara Arab seperti Arab Saudi, Kuwait, hingga Yordania.
“Israel mengebom sebuah rumah sakit hari ini, menewaskan lima jurnalis, dan penjahat Netanyahu melanjutkan pembantaiannya di Gaza,” tegas Erdogan.
Pertemuan kabinet Turki juga membahas langkah-langkah tambahan untuk menghentikan ketidakadilan di Gaza. Rencananya, Turki akan mengirim lebih banyak bantuan kemanusiaan.
Aksi ini membuktikan, suara kecaman tak hanya datang dari negara-negara Barat, tapi juga dari Timur Tengah yang selama ini vokal terhadap kekejaman Israel. {sbr}





