Melalui laman pribadinya Atalia menulis kalimat pamitan dan mengungkapkan doa seiring dengan keberangkatannya itu.
“Labaik Allahumma labbaik…Bismillah pagi ini saya dan TIMWAS haji 2026, berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan tugas pengawasan. Mohon dimaafkan segala salah dan khilaf..” tulis wakil rakyar dari berlambang pohon beringin itu.
“Mohon doa agar diberikan kelancaran dan kemudahan dalam mengemban tugas, dianugerahi kenikmatan beribadah, diijabah segala doa, diampuni segala dosa dan semoga balasannya mabrur dan surga..,” tambahnya.
Terpenting, lanjut Ibu Cinta, dirinya juga mohon doa, agar seluruh rangkaian pelaksanaan haji 2026 bisa berlangsung lancar dan lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
“221.000 jamaah, petugas, dalam keadaan aman, nyaman, mabrur dan pulang dalam keadaan sehat dan selamat,” ujarnya.
Doa pun dilantunkan sosok wanita yang resmi bercerai dengan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di Pengadilan Agama Bandung beberapa waktu lalu itu.
“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu kebaikan dan ketakwaan dalam perjalanan ini, dan amal perbuatan yang Engkau ridhai. Ya Allah, mudahkanlah perjalanan kami ini, dan dekatkanlah jaraknya yang jauh. Ya Allah, Engkau adalah pendampingku dalam perjalanan dan penjaga keluargaku yang ku tinggalkan. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan, pemandangan yang menyedihkan, dan dari kepulangan yang buruk dalam harta dan keluarga,” ungkapnya.
Seperti diberitakan, Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI tahun 2026 yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal telah berangkat dari tanah air.
Timwas bertugas mengawal dan mengawasi langsung penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci agar seluruh hak jemaah terpenuhi dengan optimal.
Fokus utama dari pengawasan Timwas Haji DPR RI meliputi beberapa aspek penting meliputi, fokus pengawasan yakni akomodasi, konsumsi, layanan kesehatan, transportasi, dan layanan selama puncak ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
Juga pemetaan titik rawan dimana timwas secara proaktif memetakan area-area yang berpotensi menimbulkan masalah atau keluhan jemaah menjelang puncak ibadah.
Timwas juga berpegang pada komitmen kinerja yakni, memastikan pengawasan bukan sekadar formalitas, melainkan benar-benar menjamin pelayanan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berjalan sesuai standar.
“Bapak/Ibu jamaah haji yang semoga senantiasa dijaga dan dirahmati Allah SWT, bilamana terdapat kritik maupun saran terkait penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, silakan disampaikan melalui kolom komentar..,” tutup Atalia Praratya di akun medos pribadinya.(Sumber)





