Politiknesia.com
Parpol  

Di Bawah Said Aldi Al Idrus, Sayap Pemuda Partai Golkar AMPG Bakal Rekrut 2 Juta Kader se-Indonesia

Pimpinan Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (PP AMPG) menggelar pembahasan terkait strategi kaderisasi dan penguatan peran generasi muda bersama Gubernur Lemhanas Ace Hasan Syadzily. Jajaran PP AMPG dipimpin Ketua Umum Said Aldi Idrus bersama Sekjen Ubaidilah, Bendahara Umum Muhammad Faqih, sejumlah Wakil Ketua Umum dan jajaran lainnya.

Ace Hasan Syadzily yang juga Wakil Ketua Umum Partai Golkar mendorong PP AMPG melakukan penguatan konsolidasi organisasi dan rekrutmen besar-besaran hingga mencapai 2 juta kader di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi bagian regenerasi kader muda Partai Golkar menuju Indonesia yang lebih maju.

“AMPG harus menjadi rumah besar kader muda yang aktif, solid, dan dekat dengan rakyat.” ujar Ace Hasan.

Pertemuan ini juga membahas tantangan politik kebangsaan di era digital sekaligus langkah konkret dalam memperkuat kaderisasi anak muda. Ketua Umum PP AMPG Said Aldi Al Idrus dalam keterangannya kepada Golkarpedia Senin (18/5/2026) mengatakan perubahan zaman dan perkembangan teknologi digital telah memengaruhi pola pikir serta pola interaksi generasi muda terhadap politik dan organisasi.

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah menurunnya nilai-nilai kebangsaan di kalangan anak muda akibat disrupsi era digital yang begitu masif.

“Perubahan pola komunikasi dan arus informasi digital yang begitu cepat membuat tantangan kebangsaan semakin kompleks. Karena itu AMPG harus hadir untuk meningkatkan pemahaman kebangsaan serta pendidikan politik kepada generasi muda,” ujar Said Aldi Al Idrus.

Said menjelaskan generasi muda saat ini lebih tertarik pada organisasi berbasis hobi, profesi, komunitas, dan kegiatan sosial dibanding organisasi politik konvensional. Karena itu, pendekatan kaderisasi harus lebih adaptif mengikuti karakter serta kebutuhan anak muda masa kini.

Ia menilai strategi rekrutmen kader muda perlu dilakukan dengan pendekatan yang kreatif, komunikatif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari generasi muda. Salah satunya melalui penguatan konten digital politik yang lebih menarik, ringan, edukatif, dan mudah dipahami. Selain itu, digitalisasi dinilai menjadi instrumen utama dalam membangun simpatisan sebelum menjadi kader aktif partai.

“Pola interaksi kader dengan anak muda juga harus berubah. Tidak bisa lagi menggunakan pendekatan terlalu formal dan kaku. Harus lebih fleksibel, komunikatif, dan berbasis engagement,” lanjutnya.

Sebagai langkah penguatan internal organisasi, PP AMPG juga akan melakukan audit organisasi struktural hingga tingkat Kabupaten/Kota untuk memastikan kesiapan struktur organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi kader muda Partai Golkar di seluruh daerah.

Menurut Said Aldi, penguatan organisasi dan kaderisasi generasi muda menjadi bagian penting dalam menyiapkan kekuatan politik yang visioner, adaptif, dan siap menghadapi dinamika politik menuju 2029.