Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 menjadi momentum pemerintah mendorong lansia tetap produktif. Peringatan ini berlangsung di Kantor Kemendukbangga/BKKBN Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Kemendukbangga/BKKBN mewisuda 387 peserta jenjang S1, S2, dan S3 Sekolah Lansia dalam rangkaian HARGANAS ke-33. Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup lansia di Indonesia.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN Wihaji menyebut pihaknya membuat berbagai program agar lansia tetap produktif. Program itu mencakup Sekolah Lansia, wirausaha lansia, dan berbagai kegiatan yang saling berkaitan.
“Untuk meraih bonus demografi, warga negara yang masih produktif bisa dikapitalisasi menjadi lebih produktif dan memberikan dampak bagi lingkungan sekitar,” kata Wihaji.
Saat ini terdapat 3.051 Sekolah Lansia di seluruh Indonesia. Seluruh siswanya terhubung dengan sistem aplikasi Lansia Berdaya (Sidaya).
Wihaji menekankan pentingnya menjaga produktivitas kelompok usia 60–74 tahun. Menurutnya, angka aging population atau populasi menua di Indonesia hampir mencapai 12 persen.
“Dalam kategori produktif tentu ada kegiatan yang bermanfaat, yang berdampak, sebut saja dengan kapitalisasi demografi. Yang paling penting hari ini adalah karena aging population kita itu hampir 12 persen, sehingga bagaimana 12 persen itu tetap ada aktivitas yang produktif,” ungkap Wihaji.
Lansia Wirausaha disebut Wihaji sebagai salah satu jawaban atas tantangan kapitalisasi demografi. Program ini menyasar warga usia 60–74 tahun yang masih mampu beraktivitas secara produktif.
Kemendukbangga juga menyoroti masalah kesepian pada lansia yang berdampak pada kesehatan mental. Sekolah Lansia didorong menjadi ruang interaksi sosial bagi para lansia.
“Kemendukbangga/BKKBN menegaskan pentingnya mengatasi kesepian pada lansia karena dapat berdampak pada kesehatan mental dan meningkatkan risiko depresi. Oleh karena itu sekolah lansia didorong menjadi ruang interaksi sosial yang membantu lansia tetap aktif, sehat, dan produktif,” tutur Wihaji.(Sumber)





