Politiknesia.com

Ahmad Irawan Soal Aksi Reformasi Jilid II: Mahasiswa Pilar Kekuatan Moral Republik Ini

Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Golkar, Ahmad Irawan, mengatakan dalam trajektori atau jalur perjalanan politik kenegaraan mahasiswa memiliki peran untuk menjadi kekuatan moral di Republik ini.

Demikian hal tersebut disampaikan Ahmad Irawan menanggapi aksi unjuk rasa yang dilakukan mahasiswa di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan wilayah sekitarnya dengan tajuk Reformasi Jilid pada Jumat, 12 Juni 2026.

“Kami sendiri memandang dalam trajektori perjalanan politik kenegaraan kita selama ini, bahwa selama ini mahasiswa, teman-teman kita, adik-adik kita mahasiswa itu merupakan salah satu kekuatan moral di republik ini,” kata Ahmad Irawan dalam wawancara dengan stasiun televisi swasta, Sabtu, 13 Juni 2026.

Atas dasar itu, Ahmad Irawan menilai, aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa kemarin merupakan bagian dari moral force kekuatan republik.

Selaras itu, kata dia, aksi unjuk rasa mahasiswa yang dilakukan kemarin merupakan hak konstitusional dalam menyampaikan pikiran-pikiran dan pendapatnya.

“Dan kami melihat bahwa apa yang dilakukan oleh adik-adik kita tadi seharian dalam menyampaikan aksi demonstrasi itu masih dalam batas-batas kewajaran,” beber Ahmad Irawan.

Tak lupa, Anggota Baleg DPR RI ini, turut mengapresiasi TNI dan Polri dalam menjaga para mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Hotel Indonesia (HI) dan wilayah sekitarnya kemarin.

“Kami mengapresiasi juga bagaimana TNI-Polri dalam menjaga adik-adik kita dalam menyampaikan pendapatnya,” pungkas Ahmad Irawan.

Sebelumnya, aksi mahasiswa Universitas dan sejumlah universitas lainnya terhenti di depan Gedung UOB Jalan Thamrin Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Sejumlah polisi pada lapis pertama, menjadi penahan para mahasiswa untuk bergerak maju dari arah Jalan Sudirman.

Sempat terjadi bentrok, karena mahasiswa tetap meminta untuk bisa longmarch ke Bundaran HI.

Polisi yang menggunakan barikade besi beroda berusaha keras mempertahankan agar mahasiswa tak bisa bergerak maju.

Di lapisan kedua pengamanan, ada pasukan TNI berbaret hijau tua yang bersiap untuk menjaga jika barikade berhasil ditembus.

Dari selebaran yang beredar di warga yang menonton, para mahasiswa yang berasal dari sejumlah universitas dan ormas menuntut lima hal.

Yaitu, Menghentikan pemborosan APBN; Menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM; Menghentikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih; Menghentikan militerisme di ranah sipil; Mendesak pemerintah mengakui kesalahan dan berhenti mengelak.(Sumber)