Politiknesia.com

Hadiah dari Ukraina Tiba-tiba Meledak, Kepala Kepolisian Polandia Dilarikan ke RS

Kepala Kepolisian Polandia, Jaroslaw Szymczyk, mengalami luka-luka usai hadiah yang ia terima saat berkunjung ke Ukraina pada pekan lalu tiba-tiba meledak. Kini, Szymczyk dirawat di rumah sakit untuk menjalani pemantauan medis.

Kronologi peristiwa ini diungkap oleh Kementerian Dalam Negeri Polandia dalam pernyataan resmi, pada Kamis (15/12).

“Kemarin pukul 7:50 pagi, sebuah ledakan terjadi di sebuah ruangan yang berdekatan dengan kantor Kepala Kepolisian,” bunyi pernyataan itu, seperti dikutip dari CNN.

“Selama kunjungan kerja Kepala Kepolisian [Polandia] ke Ukraina pada 11-12 Desember tahun ini, di mana ia bertemu dengan Kepala Kepolisian Ukraina dan Layanan Situasi Darurat, ia menerima beberapa hadiah, salah satunya meledak,” imbuhnya.

Dan hadiah yang meledak tersebut, sambung pernyataan itu, diduga kuat berasal dari salah satu kepala dinas Ukraina. Meski demikian, tidak disebutkan dalam bentuk apa hadiah yang diterima dari kunjungan kerjanya tersebut.

Selain Szymczyk, terdapat pula petugas kepolisian lainnya yang menderita luka-luka karena berada di sekitar titik ledakan.

“Szymczyk telah dirawat di rumah sakit untuk observasi. Seorang anggota staf dari Markas Besar Kepolisian juga menderita luka ringan, tetapi tidak perlu dirawat di rumah sakit,” sambung pernyataan tersebut.

Menanggapi insiden itu, pihak Polandia telah meminta klarifikasi dari Ukraina atas apa yang sebenarnya terjadi. Kasus penyelidikan yang diluncurkan bersama kantor kejaksaan dan lembaga terkait pun akan segera dibuka.

Serangan teror berupa hadiah atau paket mencurigakan ini kerap terjadi selama beberapa pekan terakhir di berbagai instansi pemerintahan Eropa yang berkaitan dengan Ukraina.

Sebelumnya, pada awal Desember ini Kedutaan Besar Ukraina di Madrid telah menerima kiriman amplop dengan material ‘piroteknik’ (elemen yang dapat menghasilkan api dan asap). Akibatnya, satu orang penjaga mengalami luka-luka akibat terkena ledakan.

Teror bom serupa juga sempat ditujukan kepada Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez pada akhir November lalu, namun berhasil diamankan oleh petugas penjaga

.
Selain itu, menurut juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina, Oleg Nikolenko, Kedutaan Besar Ukraina di berbagai negara Eropa seperti Hungaria, Belanda, Polandia, Kroasia, Italia, Australia, serta konsulat jenderal di Napoli dan Krakow telah juga menerima kiriman paket mencurigakan.

Akibat dari maraknya serangan teror ini, pihak Kementerian Luar Negeri Ukraina akhirnya mendesak seluruh perwakilan diplomatiknya di luar negeri untuk meningkatkan keamanan yang lebih ketat.(Sumber)

Leave a Reply