Yaman sedang mempersiapkan diri untuk perang berkepanjangan dengan Israel. Yaman juga sedang meningkatkan kemampuan militer strategisnya dengan mempertimbangkan perspektif jangka panjang ini.
Sumber-sumber mengatakan kepada Al Mayadeen bahwa Yaman tidak akan membatasi diri pada satu target saja. “Juga menegaskan kepada Israel bahwa Yafa [Tel Aviv] tidak aman, serta mendesak Israel untuk menanggapi ancaman tersebut dengan serius,” ungkap sumber di Yaman kepada media yang berbasis di Beirut itu.
Sumber tersebut mengatakan narasi Israel mengenai operasi militer Yaman tidak boleh dipercaya. Sumber yang sama mengatakan bahwa Yaman sedang mempersiapkan perang jangka panjang dengan Israel menggunakan taktik multifaset. Negara itu sedang meningkatkan kemampuan militer strategisnya.
Disebutkan bahwa Tel Aviv tidak dapat memprediksi waktu atau lokasi operasi yang akan datang. Tentara Yaman sedang menganalisis secara menyeluruh sistem pertahanan Israel, serupa dengan bagaimana sebelumnya mereka menilai pertahanan kapal-kapal AS di Laut Merah. Yaman dilaporkan telah mengembangkan teknologi baru, beberapa di antaranya digunakan untuk menargetkan kapal-kapal AS yang gagal mencegat rudalnya.
Sumber Al Mayadeen juga mencatat bahwa Yaman sebelumnya melakukan serangan tepat dengan pesawat tak berawak Yafa dan berhasil mengenai sasarannya. Kini mereka akan mengerahkan senjata baru terhadap berbagai sasaran strategis.
Sumber tersebut lebih lanjut mencatat bahwa Israel seharusnya tidak lagi bergantung sepenuhnya pada sistem pertahanannya, karena Yaman berjanji bahwa respons di masa depan akan melibatkan operasi yang tepat, terencana dengan baik, strategis, dan berkelanjutan. Angkatan Darat Yaman telah berkomitmen untuk menepati janjinya dan mempertahankan operasi kejutan tingkat tinggi.
Rudal Balistik Yaman Picu Sirine Israel
Sebelumnya juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, Minggu (15/9/2024) mengumumkan bahwa rudal balistik hipersonik baru yang diluncurkan dari Yaman berhasil menyerang sasaran militernya di Tel Aviv.
Saree melaporkan bahwa Angkatan Bersenjata Yaman melaksanakan operasi menggunakan rudal baru, yang menempuh jarak sekitar 2.040 kilometer dan mencapai sasarannya di Tel Aviv hanya dalam waktu 11,5 menit. “Sistem pertahanan udara Israel gagal mencegat rudal itu,” tegasnya.

Seorang juru bicara Pasukan Pendudukan Israel (IOF) melaporkan bahwa sebuah rudal balistik memicu sirene di seluruh Israel tengah. Pada saat yang sama, militer Israel menyatakan bahwa rudal balistik yang ditembakkan ke Israel itu diluncurkan dari Yaman.
Militer Israel menambahkan bahwa rudal tersebut mendarat di area terbuka setelah sirene dinyalakan dari Tel Aviv hingga Modi’in. Militer juga mencatat bahwa mereka sedang menyelidiki upaya untuk mencegat rudal tersebut. Perlu dicatat bahwa laporan awal menunjukkan bahwa rudal itu mungkin menargetkan fasilitas listrik di tenggara Tel Aviv.
Laporan menunjukkan bahwa upaya awal untuk mencegat rudal tersebut mungkin meleset dari sasarannya sebelum memasuki wilayah udara Israel, yang dapat menjadi penyebab jatuhnya pecahan peluru di dalam Israel.
Koresponden militer dan politik Saluran 14 Israel Hallel Bitton Rosen melaporkan bahwa sistem pertahanan melacak rudal tersebut selama beberapa menit dan mengerahkan sistem rudal Arrow dalam upaya untuk mencegatnya. “Tidak jelas mengapa upaya intersepsi dilakukan di Israel bagian tengah dan bukan di dekat perbatasan; hasil dari upaya ini masih dalam penyelidikan,” unggap Rosen.
Bersamaan dengan itu, media Israel telah merilis rekaman yang menunjukkan rudal tersebut mendarat di wilayah Palestina yang diduduki setelah sistem anti-udara gagal mencegatnya. Secara lebih rinci, media Israel melaporkan bahwa rudal itu mendarat di area terbuka di sepanjang Rute 1, yang menghubungkan Tel Aviv dan al-Quds, dekat pemukiman Kfar Daniel.
Media Israel melaporkan kerusakan akibat pecahan rudal di stasiun kereta Paatei Modi’in. Satu gambar memperlihatkan kerusakan signifikan pada eskalator di stasiun, yang terletak di pinggiran Modi’in, sekitar 25 kilometer (18 mil) di timur Tel Aviv.
Sementara itu, polisi Israel secara aktif mencari pecahan rudal di daerah timur Tel Aviv. Layanan ambulans Magen David Adom Israel melaporkan sembilan orang terluka saat berupaya mencari tempat berlindung.
Media Israel mengonfirmasi bahwa 2.365.000 pemukim mengungsi ke tempat penampungan akibat rudal tersebut. Pada saat yang sama, pejabat Israel telah memperingatkan bahwa “situasi belum berakhir; Yaman telah menjanjikan kejutan lebih lanjut, bukan hanya satu.”
(Sumber)





