Politiknesia.com

AS Veto Resolusi Gencatan Senjata PBB, Israel Menggila Bombardir Gaza dan Lebanon

Amerika Serikat memveto resolusi Dewan Keamanan PBB (DK PBB) yang menuntut gencatan senjata segera, tanpa syarat dan permanen di Gaza. Sementara Israel dengan biadab tanpa bisa dihentikan terus menggempur Gaza utara dan Lebanon pada Kamis (21/11/2024) dini hari mengakibatkan puluhan warga tewas.

Dewan yang beranggotakan 15 orang tersebut memberikan suara terhadap resolusi yang diajukan 10 anggota tidak tetap. Namun hanya AS yang memberikan suara menentang, menggunakan hak vetonya sebagai anggota tetap dewan untuk memblokirnya.

Robert Wood, wakil duta besar AS untuk PBB, mengatakan Washington telah menjelaskan bahwa mereka hanya akan mendukung resolusi yang secara eksplisit menyerukan pembebasan segera tawanan di Gaza sebagai bagian dari gencatan senjata.

“Akhir perang yang langgeng harus dicapai dengan pembebasan para sandera. Kedua tujuan mendesak ini saling terkait erat. Resolusi ini mengabaikan kebutuhan itu, dan karena alasan itu, Amerika Serikat tidak dapat mendukungnya,” katanya, Rabu (20/11/2024). Ia meyakini teks dalam resolusi yang diusulkan akan mengirimkan “pesan berbahaya” kepada Hamas bahwa tidak perlu kembali ke meja perundingan.

Pemblokiran resolusi tersebut menuai kritik luas, terutama karena perang Israel di daerah kantong yang terkepung itu telah menewaskan lebih dari 44.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 100.000 lainnya sejak 7 Oktober 2023.

“Sangat disesalkan bahwa akibat penggunaan hak veto, dewan ini sekali lagi gagal menegakkan tanggung jawabnya untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia,” kata Duta Besar Malta untuk PBB Vanessa Frazier setelah pemungutan suara. “Itu merupakan hal minimum yang dibutuhkan untuk mulai mengatasi situasi putus asa di lapangan,” tambahnya.

Duta Besar China untuk PBB, Fu Cong, mengatakan setiap kali Amerika Serikat menggunakan hak vetonya untuk melindungi Israel, jumlah orang yang tewas di Gaza terus meningkat. “Berapa banyak lagi orang yang harus mati sebelum mereka bangun dari tidur pura-pura mereka?” tanyanya.

“Bersikeras menetapkan prasyarat untuk gencatan senjata sama saja dengan memberikan lampu hijau untuk melanjutkan perang dan membenarkan pembunuhan yang terus berlanjut.”

Hamas juga mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa AS bertanggung jawab langsung atas perang genosida Israel di Gaza. “Sekali lagi, Amerika Serikat menunjukkan bahwa mereka adalah mitra langsung dalam agresi terhadap rakyat kami, bahwa mereka adalah pelaku kejahatan, membunuh anak-anak dan wanita serta menghancurkan kehidupan warga sipil di Gaza,” bunyi pernyataan Hamas, mengutip The New Arab.

Otoritas Palestina menggemakan komentar tersebut, dengan mengatakan tindakan tersebut “memberi semangat kepada Israel untuk melanjutkan kejahatannya”.

Puluhan Orang Tewas di Gaza Utara
Sementara itu, serangan Israel di Beit Lahia di Gaza utara menewaskan sedikitnya 66 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, pada Kamis (21/11/2024) dini hari. Laporan mengatakan, sedikitnya 100 orang lainnya terluka dalam serangan itu.

Pasukan Israel juga menargetkan bagian lain daerah kantong itu, menewaskan tujuh orang di Khan Younis barat, dua di Kota Gaza, dan beberapa di Al-Mawasi. Di Lebanon, serangan Israel yang menargetkan kota Maarakeh, yang terletak di dekat Tyre, menewaskan lima orang, Kantor Berita Nasional negara itu melaporkan.

Sebuah pernyataan dari kantor berita tersebut menambahkan bahwa sedikitnya 23 orang terluka dalam serangan itu. Kementerian Kesehatan Lebanon mengatakan bahwa sedikitnya 14 orang tewas dalam serangan Israel dalam 24 jam terakhir.

Agresi yang berkelanjutan bertepatan dengan kedatangan utusan khusus AS Amos Hochstein di Israel, menyusul pertemuan dengan Ketua Parlemen Libanon Nabih Berri mengenai proposal gencatan senjata antara Hizbullah dan Israel.

Perang Israel di Gaza telah menewaskan 43.985 warga Palestina dan melukai 104.092 orang sejak 7 Oktober 2023. Perang tersebut telah menjerumuskan Jalur Gaza ke dalam krisis kemanusiaan yang mendalam dan menghancurkan seluruh lingkungan.(Sumber)