Ketua DPP PDIP, Bambang Wuryanto alias Bambang Pacul memberikan respons pergantian Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) dari Budi Gunawan kepada Herindra. Meski pergantian tersebut dinilai mendadak namun pihaknya mengaku pasrah.
“Boleh jengkel, boleh enggak suka, tetapi orang juga harus bicara tentang yowes mau apalagi,” kata Pacul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/10/2024).
Kendati tak bisa berbuat apapun, Pacul menyatakan pergantian tersebut merupakan kewenangan Presiden Jokowi. Karenanya, ia enggan mencampuri urusan tersebut.
“Ya terimalah, pasti kita terima keputusan. Pasti diterima,” ucapnya.
Adapun, Pacul menyatakan pihaknya belum mau menanggapi lebih jauh soal pergantian Kepala BIN tersebut. Pasalnya DPR akan melakukan fit and proper test terlebih dahulu sebelum disahkan.
“Kan belum ada pergantian. Kan baru mau di fit and proper test. Kan gitu loh. Pergantian itu kan nanti. Ini para calon menteri baru dipanggil-panggil. Jangan salah loh, ya,” tuturnya.
Sebelumnya, DPR RI menerima Surat Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait pergantian kepala Badan Intelijen Negara (BIN). Ketua DPR RI Puan Maharani pun segera membentuk tim untuk mengeksekusi surat tersebut, lantaran Alat Kelengkapan Dewan (AKD) belum terbentuk secara resmi.
“Dan mengingat alat ke kelengkapan dewan belum terbentuk maka berdasarkan ketentuan pasal 111 dan pasal 112 peraturan DPR RI nomor satu tahun 2020 tentang tata tertib maka konsultasi memutuskan membentuk tim yang dibentuk oleh pimpinan DPR yang mempunyai tugas untuk membahas pertimbangan atas pemberhentian dan pengangkatan calon kepala Badan Intelijen Negara atau BIN,” ujarnya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (15/10/2024).
Puan mengungkap komposisi keanggotaan tim pemberhentian dan pengangkatan Kepala BIN terdiri dari 19 anggota. Dari fraksi PDI Perjuangan (PDIP) diisi oleh Utut Adianto, Said Abdullah, dan Dollfie. Fraksi Partai Golkar terdiri dari M. Sarmuji, Muhtarudin dan Sari Yuliati. Fraksi Gerindra diisi oleh Budi Satrio Djiwandono, Bambang Hariadi, dan Endipat Wijaya.
Kemudian, Fraksi NasDem terdiri dari Martin Manurung dan Amelia Anggraini. Fraksi PKB diisi oleh Jazilul Fawaid dan Muhammad Rano Alfath. Fraksi PKS terdiri dari Jazuli Juwaini dan Sukamta. Fraksi PAN diisi oleh Putri Zulkifli Hasan dan Nasaruddin Dek Gam. Terakhir, Fraksi Demokrat diisi oleh Edhie Baskoro Yudhoyono dan Hinca Panjaitan.
“Berkenaan dengan itu kami meminta persetujuan dalam rapat paripurna hari ini terhadap pembentukan tim DPR RI dengan komposisi dan nama nama tersebut apakah dapat disetujui?” tanya Puan.
“Setuju,” ucap seluruh peserta.
(Sumber)





