Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyampaikan bahwa Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla atau JK setuju dengan adanya badan penerimaan negara yang digagas Presiden Terpilih, Prabowo Subianto.
Hal ini Bamsoet sampaikan saat melanjutkan silaturahmi kebangsaan MPR RI di kediaman JK, Jalan Brawijaya Raya, Jakarta Selatan, Rabu (22/5/2024).
“Ini juga (pak JK) setuju dengan gagasan pak Prabowo Subianto dengan adanya badan layanan penerimaan negara. Beliau mengacu pada beberapa negara seperti Amerika, itu urusan keuangan itu dipegang oleh lebih dari 3 orang,” kata Bamsoet.
“Tapi di kita dari mulai penerimaan negara, pajak, kemudian sebagai bendahara negara dipegang oleh satu,” tambahnya.
Bamsoet menjelaskan, diharapkan ke depannya juga ada kepastian hukum yang memberikan kenyamanan bagi para investor. Ia menyebut Indonesia masih kalah dengan Vietnam karena tidak adanya kepastian hukum dalam pengelolaan ekonomi.
“Pertumbuhan ekonomi kita juga masih kalah dengan Vietnam karena banyak barang ke Vietnam, juga tantangan-tantangan yang tadi pak JK sampaikan kepada pemerintah baru ke depan,” ujar Bamsoet.
Di tempat yang sama, JK menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan MPR RI. Ia mengaku dalam pertemuan ini dirinya dab MPR banyak membahas masa depan Indonesia.
“Karena tidak ada yang inginkan Indonesia lebih buruk kan. Jadi kami berpikir bahwa Indonesia itu harus lebih baik. Untuk indonesia lebih baik, langkah-langkah apa yang harus diperbaiki, yang tidak sesuai, kemudian apa yang harus dilakukan yang selanjutnya,” ucap JK.
(Sumber)





