Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mencanangkan program Desa Cantik (Cinta Statistik) di Kabupaten Penajam Paser Utara untuk memperkuat digitalisasi data tingkat desa dan kelurahan demi pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di Penajam, Kamis, menjelaskan kerjasama antara pemerintah daerah, Badan Pusat Statistik (BPS), dunia usaha, perguruan tinggi, hingga masyarakat dalam membangun ekosistem data yang akurat menghasilkan kebijakan pembangunan yang lebih efektif dan terarah.
“Sekarang kita tidak bisa lagi berbicara berdasarkan perasaan atau asumsi, tetapi harus berdasarkan data. Data yang benar akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran,” tegasnya
Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap transformasi digital ini, Pemprov Kaltim telah mengalokasikan anggaran melalui APBD sepanjang tahun 2025.
Fasilitas layanan “Gratispol Internet Desa” kini telah dinikmati oleh 30 desa di wilayah PPU guna mempercepat pemerataan akses informasi.
Lebih lanjut, momentum pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dinilai sangat krusial. Agenda nasional tersebut harus dijadikan pijakan utama dalam memperkuat kualitas data dasar.
Gubernur menginstruksikan seluruh aparatur desa untuk menempatkan pengelolaan statistik sebagai prioritas kerja.
Bupati PPU Mudyat Noor menyambut baik inisiatif BPS ini, dan berharap program Desa Cantik mampu mendorong seluruh desa di PPU untuk mandiri dalam mengelola data digital.
“Dengan sistem yang terintegrasi, data kependudukan maupun potensi desa dapat tersaji secara real time. Hal ini tentu akan mempermudah perencanaan pembangunan daerah ke depan,” ujar Mudyat.
Prosesi pencanangan ditandai dengan penandatanganan piagam komitmen bersam, penyerahan piagam penghargaan kepada perwakilan desa dan kelurahan serta pemberian sertifikat resmi kepada para agen statistik desa.(Sumber)





