Kelompok perlawanan Palestina, Hamas, melontarkan kecaman keras atas perlakuan tidak manusiawi rezim Israel terhadap para tahanan Palestina. Praktik penyiksaan brutal yang terjadi di balik jeruji besi dituding sebagai kejahatan perang yang nyata-nyata mengangkangi hukum internasional.
Berdasarkan pernyataan resmi yang dikutip dari jaringan Al Jazeera, Hamas menyoroti kondisi mengerikan di Penjara Ofer. Penjara ini berada di bawah pengawasan langsung Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, sosok yang dikenal dengan kebijakan garis kerasnya.
Penyiksaan Sistematik dan Tantangan Norma Global
Hamas menegaskan bahwa apa yang terjadi di Penjara Ofer bukan sekadar pelanggaran prosedur, melainkan tantangan terbuka terhadap norma-norma global. Kebijakan yang diterapkan di bawah kendali Ben-Gvir disebut sebagai bentuk fasisme modern.
“Dunia internasional tidak boleh bungkam. Persetujuan terhadap hukuman mati dan kekerasan sistemik ini hanya akan mendorong rezim fasis untuk terus melanjutkan praktik biadabnya,” tulis pernyataan Hamas, Minggu (15/2/2026).
Horor di Rumah Sakit Nasser: Jasad Sulit Dikenali
Kesaksian memilukan datang dari Kepala Rumah Sakit Nasser di Gaza, Ahmad Al-Farra. Ia mengungkapkan betapa beratnya proses identifikasi jasad para tahanan yang dikembalikan oleh otoritas Israel.
Dari tujuh jasad yang diterima baru-baru ini, hanya satu yang berhasil diidentifikasi secara positif. Kondisi jasad-jasad tersebut sangat memprihatinkan:
Identitas Sengaja Disembunyikan: Otoritas Israel diduga kuat merahasiakan nama-nama tahanan meski identitas mereka diketahui sebelum tewas.
Ciri Fisik Lenyap: Penyiksaan yang sangat ekstrem menyebabkan pembusukan dan kerusakan wajah sehingga ciri-ciri identifikasi utama hilang.
Dugaan Pencurian Organ: Al-Farra melaporkan adanya jasad yang disumpal kapas pada bagian tertentu, memperkuat dugaan adanya pencurian organ tubuh.
Luka Bakar Besi Panas: Ditemukan bekas luka bakar akibat batang besi panas pada bagian perut jasad, mengindikasikan mereka disiksa dengan keji sebelum akhirnya gugur.
Desakan Pertanggungjawaban Internasional
Menanggapi temuan mengerikan ini, Hamas mendesak komunitas internasional untuk segera turun tangan. Kelompok ini menegaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan rezim Zionis merupakan rantai kejahatan perang yang terus berulang tanpa adanya sanksi tegas.
Dunia kini dituntut untuk tidak sekadar menjadi penonton saat hukum internasional dirobek-robek di depan mata. Pertanggungjawaban hukum atas kematian para tahanan ini menjadi harga mati bagi tegaknya keadilan di tanah Palestina.(Sumber)





