Politiknesia.com

Hizbullah Siap Ladeni Invasi Darat Israel di Lebanon: Kami Akan Menang!

Hizbullah akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi usai pemimpinnya terbunuh di tangan Israel, Jumat (27/9) lalu.

Dalam pernyataan itu, Wakil Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan kesiapan kelompok Syiah tersebut untuk menghadapi invasi darat Israel ke Lebanon.

Dalam video pidato publik itu, Qassem menyatakan Hizbullah tak akan gentar dan siap bertempur di setiap medan yang dihadapi.

“Kami akan menang, seperti yang kami lakukan dalam konfrontasi 2006 dengan Israel,” tutup Qassem, Senin (30/9) seperti dikutip dari Al Jazeera.

Kami akan menghadapi segala kemungkinan dan siap jika Israel memutuskan untuk melakukan invasi darat. Pasukan perlawanan siap untuk pertempuran darat,” tambahnya.

Ia pun meyakini bahwa Israel tidak akan mampu mencapai tujuannya, terlepas dari serangan yang telah dilancarkan terhadap mereka.

Optimisme Kemenangan di Tengah Serangan Israel

Dalam pidatonya, Qassem menegaskan bahwa meskipun Hizbullah terus menjadi target serangan agresif yang menewaskan warga sipil Lebanon, kelompoknya tetap berfokus pada tujuan utama mereka.

Selama dua minggu terakhir, pasukan Israel telah melancarkan serangan bertubi-tubi terhadap Hizbullah, menghantam beberapa target strategis dan menewaskan sejumlah komandan kelompok tersebut

Banyak yang menduga, langkah berikutnya adalah invasi darat oleh pasukan Israel, membawa tank dan pasukan melintasi perbatasan.

“Kami siap. Jika Israel ingin menyerang melalui darat, kami siap. Pasukan perlawanan telah mempersiapkan diri untuk itu. Musuh Israel tidak akan mencapai tujuannya,” tegas Qassem.

Hizbullah adalah kelompok militan Syiah yang berbasis di Lebanon, didirikan pada awal 1980-an dengan dukungan Iran. Organisasi ini awalnya bertujuan untuk melawan pendudukan Israel di Lebanon, tetapi seiring waktu, Hizbullah berkembang menjadi kekuatan politik dan militer yang dominan di negara itu.

Di tengah eskalasi ini, kelompok militan Palestina, Hamas, mengumumkan bahwa serangan udara Israel menewaskan pemimpinnya di Lebanon, Fateh Sherif Abu el-Amin, di kota Tyre, Senin dini hari.

Istri dan anak-anaknya juga turut menjadi korban dalam serangan yang menargetkan rumah mereka di sebuah kamp pengungsi.

Tak hanya itu, Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP) juga melaporkan bahwa tiga pemimpin mereka tewas dalam serangan di distrik Kola, Beirut.

Serangan tersebut merupakan serangan pertama Israel di luar pinggiran selatan Beirut sejak kampanye udara besar-besaran dimulai, yang berpuncak pada pembunuhan Hassan Nasrallah minggu lalu.

Gempuran di Beirut itu menghantam lantai atas sebuah gedung apartemen, menurut saksi mata. Namun, hingga saat ini belum ada komentar resmi dari militer Israel terkait serangan tersebut.

(Sumber)