Politiknesia.com

Iran Pamer Kekuatan di Tengah Perang, Klaim 75 Persen Rudal dan Drone Masih Utuh

Iran mengeklaim ada lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone yang masih utuh dan siap digunakan meskipun telah digempur Amerika Serikat dan Israel sejak hampir enam bulan terakhir.

Klaim yang diungkapkan Wakil Panglima Angkatan Darat Iran untuk Urusan Eksekutif Brigadir Jenderal Ali Reza Sheikh ini bertentangan dengan penilaian Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai tingkat kerusakan yang dialami kemampuan militer Iran.

Kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa Ali Reza Sheikh mengatakan serangan AS dan Israel sejak Februari tidak seefektif seperti yang diklaim Washington.

“Lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran masih utuh dan siap digunakan,” kata Sheikh seperti dikutip The Middle East Monitor.

Sheikh menggambarkan sistem drone Iran telah menjadi “mimpi buruk bagi musuh”.

Hal itu merujuk pada penegasan bahwa Teheran masih memiliki kemampuan untuk menggunakan sistem tersebut meskipun telah menjadi sasaran serangan AS dan Israel.

Pernyataan Sheikh sangat bertolak belakang dengan penilaian Trump bulan lalu. Saat itu, Trump mengeklaim Iran hanya memiliki sekitar 21 hingga 22 persen dari persediaan rudalnya sebelum perang pecah.

Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee bahkan juga memuji kesediaan Trump memerangi Iran “untuk membuat mereka bangkrut”.

“Operasi yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel telah menimbulkan kerusakan yang sangat besar,” kata Huckabee dalam wawancara dengan Newsmax pada Selasa (12/8/2026).

Huckabee mengklaim bahwa Iran telah “melakukan berbagai tindakan, baik secara langsung maupun melalui proksi-proksinya, yang telah menewaskan ribuan warga Amerika”.

Ia juga mempertanyakan kenapa banyak warga AS yang justru tidak mendukung langkah Trump memerangi Iran, yang menurutnya bukan hanya ancaman bagi Timur Tengah, tapi juga ancaman global.

Salah satu yang ia singgung adalah bagaimana Iran terus mendukung milisi-milisi di Timur Tengah yang memusuhi dan memerangi AS.

Klaim-klaim AS terhadap kondisi militer Iran ini bermunculan ketika Washington terlihat makin “tercekik” kondisi lantaran perang melawan Teheran berlangsung lebih lama dari prediksi awal Trump yakni selama enam pekan.

Selain itu, Trump juga makin terlihat kehabisan cara untuk membuat Iran “manut” dan mau berunding di meja negosiasi.

Belakangan sejumlah media AS bahkan melaporkan justru Negeri Paman Sam lah yang tengah menghadapi kekurangan stok rudal dan drone imbas jor-joran selama memerangi Iran.

(Sumber)