Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar Cek Endra mengapresiasi peluncuran nasional program biodiesel B50 oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan energi Indonesia.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak, tetapi juga menandai transformasi struktur ekonomi nasional yang semakin bertumpu pada pemanfaatan sumber daya domestik untuk menciptakan nilai tambah yang lebih besar.
Program B50 sendiri telah mulai diterapkan sejak 1 Juli 2026 dan diresmikan secara nasional pada 9 Juli 2026.
Menurut Cek Endra, selama bertahun-tahun ketahanan energi nasional sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak dunia dan tingginya ketergantungan terhadap pasokan energi dari luar negeri.
Oleh karena itu, pemanfaatan biodiesel berbasis sawit melalui B50 merupakan langkah penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik energi global.
“Saya mengapresiasi Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia atas peluncuran nasional B50. Ini bukan sekadar kebijakan pencampuran biodiesel dengan solar, tetapi merupakan instrumen strategis negara untuk membangun kedaulatan energi, memperkuat ketahanan ekonomi, serta meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia,” ujar Legislator asal daerah pemilihan Jambi itu.
Dia menilai kebijakan mandatori B50 menunjukkan makin kuatnya peran negara dalam menciptakan pasar bagi energi berbasis sumber daya domestik.
Kepastian kebijakan tersebut akan memberikan sinyal positif bagi dunia usaha untuk mempercepat investasi di sektor bioenergi, mulai dari industri pengolahan, pengembangan teknologi, infrastruktur distribusi, hingga penguatan rantai pasok nasional.





