Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pasokan energi, termasuk LPG, BBM, dan listrik di wilayah Banten dan Jawa Barat memadai dan aman menjelang Idul Fitri 2025.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil setelah menghadiri acara Safari Ramadan di Ponpes Darussalam Kabupaten Ciamis, Sabtu (15/3/025) sore.
Sebelumnya Bahlil mengaku telah melakukan peninjauan langsung ke fasilitas penyimpanan energi di Cilegon, Banten.
Bahlil mengungkapkan bahwa kapasitas LPG di wilayah Jabar dan Banten cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 30 hari.
Dia menegaskan tidak ada kendala dalam distribusi dan pasokan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kelangkaan gas elpiji.
“Untuk elpiji, kapasitasnya 30 hari, clear, tidak ada masalah,” ujar Bahlil.
Selain Elpiji, pemerintah juga memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam kondisi aman dengan ketahanan pasokan selama 21 hari.
Begitu pula dengan pasokan listrik yang tetap stabil berkat dukungan dari berbagai sumber energi, termasuk gas, biodiesel B40 sebagai bahan bakar pendamping, serta batu bara.
“BBM untuk 21 hari, listrik juga tidak ada masalah. Gas, B40, dan batu bara masih mencukupi kebutuhan listrik kita,” tambahnya.
Sejalan dengan upaya transisi energi dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah telah meningkatkan jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) secara signifikan.
Infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik ditingkatkan hingga 7,5 kali lipat guna mendukung percepatan penggunaan kendaraan listrik di Tanah Air.
“Kita juga menaikkan jumlah stasiun pengisian kendaraan listrik hingga 7,5 kali lipat. Ini penting untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik yang semakin berkembang,” jelasnya.
Peningkatan infrastruktur energi ini sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan energi nasional serta mempercepat transisi menuju energi bersih dan ramah lingkungan.
Dengan pasokan energi yang terjaga dan infrastruktur yang semakin memadai, masyarakat diharapkan dapat menikmati layanan energi yang lebih baik tanpa gangguan.
Sementara pemerintah terus memonitor perkembangan pasokan energi di berbagai daerah untuk memastikan tidak ada hambatan dalam distribusi, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri yang biasanya mengalami peningkatan konsumsi energi.(Sumber)





