Menteri Luar Negeri Mesir Badr Abdel Atty dan Menlu Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mendeklarasikan dukungan penuh kepada Lebanon serta mengutuk keras serangan Israel yang telah menelan ratusan korban tewas dan terluka.
Kedua menlu juga menekankan pentingnya bantuan kemanusiaan ke Lebanon dan mendorong komunitas internasional untuk segera bertindak.
“Kami berdiri dengan dukungan penuh untuk Lebanon dan rakyatnya di masa yang sulit ini,” kata mereka dalam pernyataan bersama yang dikutip dari New Arab, Sabtu (5/10/2024).
Menlu Mesir dan Menlu Saudi pun menekan Dewan Keamanan PBB agar segera menerapkan secara penuh resolusi PBB 1701 atas situasi di Lebanon.
Mereka juga mengingatkan atas potensi eskalasi lebih lanjut konflik tersebut yang berpotensi membahayakan kawasan.
Konflik antara Israel dengan Hizbullah semakin memanas dalam beberapa pekan terakhir. Israel utara berbatasan langsung dengan Lebanon selatan, daerah kekuasaan Hizbullah. Wilayah itu juga jadi medan tempur Hizbullah dan Israel. Dalam beberapa pekan terakhir, pasukan Zionis menggempur habis-habisan Lebanon.
Konflik itu pun membuat ribuan warga di Lebanon harus mengungsi ke Suriah. Jumlah itu meningkat usai Israel meluncurkan invasi darat ke Lebanon selatan pada Selasa (1/10/2024) dini hari.
Israel awalnya mengeklaim hanya akan menargetkan fasilitas Hizbullah. Namun, militer Zionis justru menyerang fasilitas sipil seperti kamp pengungsi dan menyebabkan belasan orang tewas.
PBB mencatat sekitar 100 ribu warga Lebanon saat ini telah mengungsi ke Suriah. Data pemerintah Lebanon memperkirakan lebih dari 300 ribu orang yang mayoritas merupakan warga Suriah juga telah menyeberang kembali ke Suriah selama 10 hari terakhir.
Sebelumnya dilaporkan serangan udara Israel menghantam sebuah masjid yang berada di sebelah sebuah rumah sakit di Lebanon selatan pada Sabtu (5/10/2024). Pasukan Zionis menyebut milisi Hizbullah menjadikan rumah sakit itu sebagai pusat komando.
Militer Israel juga mengeklaim pejuang Hizbullah berada di dalam masjid, sehingga mereka menargetkan tempat ibadah tersebut. Meski demikian, Israel tidak memberikan bukti apa pun terhadap klaim mereka.
Ini bukan kali pertama Israel menyerang fasilitas publik dan sipil seperti rumah sakit, bangunan sekolah, hingga tempat pengungsian.
Selama agresinya di Jalur Gaza sejak Oktober tahun lalu, Israel juga berulang kali memerintahkan evakuasi dan menggeledah rumah sakit di Jalur Gaza. Militer Zionis mengeklaim Hamas bersembunyi di dalam fasilitas publik, dan menjalankan operasi mereka dari dalam.
Meski demikian, selama melontarkan tuduhan tersebut, Israel belum pernah memberikan bukti yang jelas.
Hampir satu tahun agresi Israel di Palestina, nyaris 42.000 warga sipil tewas. Sebagian besar korban serangan-serangan brutal itu adalah kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan anak-anak.
(Sumber)





