Ketegangan di Yerusalem kembali memanas. Kali ini, Pemerintah Palestina melancarkan tuduhan serius terhadap Israel, menyebut mereka merusak artefak bersejarah di bawah Masjid Al-Aqsa.
Melalui sebuah pernyataan pada Minggu (31/8/2025), pemerintah Palestina di Yerusalem mengklaim bahwa rekaman video yang bocor menunjukkan aktivitas penggalian ilegal oleh pasukan Israel. Penggalian ini diduga merusak peninggalan Islam dari Periode Umayyah.
“Ini adalah bukti nyata dan tak terbantahkan atas kepemilikan sah umat muslim terhadap situs tersebut,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Misi Israel Hapus Jejak Islam?
Menurut Palestina, aksi Israel ini bukan sekadar penggalian, melainkan upaya sengaja untuk menghapus jejak sejarah Islam. Tujuannya, “memalsukan fakta demi mendukung narasi ‘Temple Mount’ yang mereka klaim.”
Penggalian ini dilakukan secara diam-diam, tanpa pengawasan internasional, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius akan kerusakan pada fondasi Al-Aqsa dan situs bersejarah di sekitarnya. Palestina menilai langkah ini adalah bagian dari “rencana untuk menjadikan Yerusalem bercirikan Yahudi.”
Seruan Internasional
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Palestina mendesak masyarakat internasional, PBB, dan UNESCO untuk segera bertindak. Mereka menyerukan campur tangan untuk menghentikan pelanggaran ini dan meminta pertanggungjawaban Israel.
Masjid Al-Aqsa sendiri merupakan situs tersuci ketiga bagi umat Islam. Sementara itu, bagi umat Yahudi, kawasan tersebut dikenal sebagai Temple Mount yang diyakini sebagai lokasi dua kuil kuno mereka.
Secara hukum internasional, Dewan Wakaf Yerusalem yang dikelola Yordania adalah satu-satunya pihak yang berwenang mengurus urusan masjid tersebut. Yordania dan Palestina bahkan telah menandatangani perjanjian pada 2013 untuk mengukuhkan hak perwalian Yordania atas situs-situs suci di Yerusalem.
Israel sendiri menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, sejak Perang Arab-Israel 1967 dan mencaploknya pada 1980. Namun, langkah ini tidak pernah diakui oleh komunitas internasional. Warga Palestina melihat penggalian ini sebagai bagian dari upaya Israel untuk mengubah Yerusalem Timur menjadi bagian dari wilayah Zionis.(Sumber)





