TPN Ganjar Pranowo-Mahfud MD mendapat laporan relawannya mengalami kekerasan di Klaten dan Boyolali. Deputi Bidang Hukum TPN Ganjar-Mahfud, Todung Mulya Lubis, mengatakan relawan yang diduga mengalami kekerasan di Klaten bahkan meninggal dunia.
Todung mengatakan, relawan yang tewas mengalami kekerasan dari pendukung paslon lain.
“Kami mendapat laporan dari Klaten, Yogyakarta, dan Boyolali. Ini laporan brutalitas dan ini tindak kekerasan yang sangat-sangat tidak bisa diterima. Satu meninggal dunia dan 4 orang mengalami luka-luka berat. Yang meninggal dunia di Klaten dan luka-luka 4 di Boyolali,” kata Todung di Djakarta Theatre, Jakarta Pusat, Sabtu (30/12).
“Mereka yang meninggal dunia ini relawan pendukung Ganjar-Mahfud yang diduga mengalami kekerasan dan brutalitas pendukung paslon lain,” imbuh dia.
Todung mengatakan, 4 relawan yang luka-luka diduga dianiaya oleh oknum TNI.
“Dan 4 yang luka-luka konon katanya mendapat luka-luka akibat penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI yang dilakukan di pos TNI setempat,” ujar dia.
“Kalau itu benar, kami ingin minta kepada Panglima TNI untuk ambil tindakan tegas dan pertanggungjawaban secara hukum mereka yang melakukan tindak kekerasan ini. Ini tidak bisa dibenarkan karena kita ingin pemilu yang damai, tertib, sesuai aturan,” tambahnya.
Todung mengatakan pihaknya tak akan ragu memproses hal ini secara hukum.
“Jadi semua brutalitas dan tindakan kekerasan itu langgar hukum dan tidak bisa kita terima. Kita akan proses ini secara hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Brutalitas ini bahayakan integritas pemilu. Kekerasan ini bahayakan masa depan pemilu kita, timbulkan iklim ketakutan,” ujar Todung.
“Kita tidak boleh diamkan ini. Saya minta media sebar ini dan minta akuntabilitas pihak berwajib apa TNI/Polri. Dan kita minta semua kontestan hormati hukum, dan tidak main kekerasan, main ekstra hukum dan tunduk pada hukum. Kami ingin minta investigasi TNI/Polri,” kata dia.
Sementara, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, juga meminta hal ini diusut tuntas. Dia pun meminta aparat TNI yang diduga terlibat diproses.
“Menyampaikan suatu rasa duka cita yang mendalam mengingat mulai terjadi tindak kekerasan dari repdem saudara itu di Yogya itu menjadi korban dari berbagai bentuk kelompok yang tidak bertanggung jawab,” kata Hasto.
“Kami minta untuk seluruh aparat penegak hukum untuk tidak tebang pilih dan mengusut tuntas. Karena pemilu ini harus damai, Pemilu ini harus berjalan dengan aman,” tandas dia.(Sumber)





