Politiknesia.com

Seabad Mahathir Mohamad: Refleksi Kiprah dan Kiat Hidup Sehat Sang Negarawan

Hari ini, Kamis, 10 Juli 2025, mantan Perdana Menteri Malaysia Tun Dr. Mahathir Mohamad genap berusia 100 tahun atau satu abad. Usia yang sangat panjang dan jarang dicapai oleh kebanyakan orang ini, tampak tidak mengurangi vitalitas dan semangatnya.

Meskipun sudah lanjut usia, fisik Tun Mahathir terlihat masih sehat dan bugar, sebuah kondisi yang memicu rasa ingin tahu tentang rahasia di baliknya.

Menurut Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, ada setidaknya tiga kiat utama yang dipegang teguh oleh Tun Mahathir untuk menjaga kesehatannya tetap prima. “Pertama, menjaga makanan; kedua, rajin berolahraga; dan ketiga, tidak pernah berhenti berpikir,” ungkap Anwar Abbas.

Selain kiat hidup sehatnya, Anwar Abbas juga menyoroti beberapa hal menarik dari sosok Mahathir yang dikenal sebagai negarawan ulung. “Bagi saya pribadi, ada beberapa hal yang menarik dari sosok Mahathir,” ujarnya.

‘Soekarno Kecil’ dan Semangat Kemajuan Melayu
Pertama, Tun Mahathir sering digelari ‘Soekarno kecil’ oleh banyak orang. Gelar ini disematkan karena keberaniannya dalam menyampaikan pendapat dan kritik, terutama terkait kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh negara-negara Barat dan Amerika Serikat (AS) yang dianggap merugikan negara-negara berkembang.

Keberanian ini mencerminkan semangat anti-kolonialisme dan pro-negara dunia ketiga yang juga melekat pada diri Presiden pertama Indonesia, Soekarno.

Kedua, adalah keinginannya yang kuat untuk memajukan ekonomi warga Melayu di Malaysia. Mahathir menyadari betul bahwa jika masyarakat Melayu tidak memperhatikan dunia bisnis, maka meskipun mereka mayoritas di Malaysia, mereka tidak akan bisa menjadi penentu arah ekonomi negara.

“Untuk itu, Mahathir punya program untuk membuat rakyat Melayu agar kembali ke bandar (kota/pasar) atau kembali menekuni dunia bisnis atau perdagangan,” jelas Anwar Abbas.

Program ini bertujuan untuk memberdayakan ekonomi bumiputera dan memastikan partisipasi aktif mereka dalam sektor perdagangan dan industri.

Ambisi Menara Tertinggi Dunia dan Mata Uang Tunggal Islam
Ketiga, adalah ambisi Tun Mahathir untuk menjadikan Malaysia sebagai negara maju dan berprestasi di mata dunia.

Anwar Abbas menceritakan sebuah anekdot menarik yang ia dengar langsung dari Sanusi Djunaed, salah seorang mantan menteri di kabinet Mahathir. Sanusi Djunaed pernah menceritakan ketika ia menemani Mahathir berkunjung ke Sears Tower (sekarang Willis Tower) di Chicago.

“Setelah mendengar penjelasan dari sang guide bahwa tower tersebut adalah yang tertinggi di dunia, lalu Mahathir memberikan sobekan kertas kepada Sanusi. Mahathir mengatakan, ‘Tower ini nomor dua tertinggi di dunia.’ Lalu Sanusi bertanya kepada Mahathir, ‘Yang nomor satu di mana?’ ‘Di Malaysia!’ jawab Mahathir dengan tegas,” kisah Anwar Abbas.

Cita-cita yang tampak visioner pada saat itu, diwujudkan oleh Mahathir dengan pembangunan Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur, yang menjadi ikon kebanggaan Malaysia dan pernah memegang rekor sebagai gedung tertinggi di dunia.

Hal lain yang menarik perhatian Anwar Abbas adalah keinginan Tun Mahathir untuk menciptakan mata uang tunggal dunia Islam.

“Saya bilang kepada beliau saya sangat mendukung ide dan gagasan tersebut,” ungkap Anwar Abbas. Tun Mahathir merespons dengan senyuman dan berkata, “Ya, tapi Amerika dan Barat tidak suka dengan ide dan gagasan saya tersebut.”

Di hari ulang tahunnya yang ke-100 ini, Anwar Abbas menyampaikan ucapan selamat dan doa.

“Selamat ulang tahun Bapak Tun Mahathir, semoga Allah SWT selalu memberi kesehatan dan kebugaran yang prima kepada Bapak. Amin. Terima kasih,” tutup Anwar Abbas.(Sumber)