Poltracking Indonesia merilis survei terbaru mereka. Salah satu yang paling jadi sorotan yakni elektabilitas capres-cawapres.
Dalam survei ini, elektabilitas Prabowo-Gibran unggul dari Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin. Padahal, Prabowo-Gibran tengah diterpa isu putusan MK, dinasti politik, hingga cawapres dari hasil pelanggaran etik.
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda, mengatakan dalam simulasi tunggal dengan surat suara, Prabowo tembus 41,7%, Ganjar 31%, Anies 25,7%. Sisanya 1,6% tidak tahu/tidak jawab.
“Ini adalah simulasi kertas suara, Prabowo-Gibran 40,2%; Ganjar-Mahfud 30,1%; Anies-Cak Imin 24,4%, sisanya 5,3% belum tahu/tidak jawab. Jadi margin antara Prabowo dan Ganjar agak merenggang, menjauh dikit. Di saat yang sama jarak antara Ganjar-Anies itu mendekat jaraknya,” kata Hanta dalam konferensi pers, di Jakarta, Jumat (10/11).
Bila melihat dari tren elektabilitas, Prabowo-Gibran melesat dan naiknya pun sampai 2 digit. Kenaikan juga dialami Anies-Cak Imin. Penurunan justru dialami Ganjar-Mahfud.
“Tren elektabilitasnya, Prabowo-Gibran di September 30,7% di November jadi 40,2% ada kenaikan 9,5%. Ganjar=Mahfud dari 31,6% menjadi 30,1% ada potensi penurunan meski tipis di margin of error. Lalu Anies-Imin ini ada kenaikan dari 18,4% menjadi 24,4% artinya naik 6%. Ini adalah tren dua survei terakhir.
Survei ini digelar dengan metode wawancara tatap muka dengan 1.220 responden pada 28 Oktober-3 November 2023. Margin of error survei ini kurang lebih 2,9% dengan tingkat kepercayaan 96%.(Sumber)





