Momen Gibran dan Kaesang sungkem ke Presiden RI ke-5 sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, jelang pengundian nomor urut capres-cawapres di KPU pada Selasa (15/11) terus disorot.
Kaesang sempat berbincang singkat saat menyalami Megawati.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengungkap apa hal yang disampaikan Kaesang kepada Megawati. Ia mengatakan, Kaesang menyampaikan dirinya sudah menjadi Ketum PSI.
“Ya Mas Kaesang cerita, jadi Ketum PSI. Ya gitu aja, terus salaman,” kata Hasto di Gedung High End, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (15/11).
Hasto menilai, tak ada yang spesial dari momen tersebut. Ia mengatakan, Megawati menyambut pernyataan Kaesang dengan selamat.
“Ya salaman, kita sama-sama selamat, jadi Ketum PSI kan sudah tahu, sudah diberitakan,” jelas dia.
Hasto enggan menanggapi publik yang menilai salam Kaesang itu disambut baik Megawati.
“Ya sudahlah, kita enggak perlu lagi drama, yang penting dengan nomor 3, Ganjar-Mahfud memberi jawaban terbaik karena prosesnya muncul dengan jalan lurus,” ujar Hasto.
“Bukan dengan jalan manipulasi di MK. Tapi dengan jalan yang tidak cederai demokrasi,” pungkas dia.
Cawapres 02, Gibran Rakabuming Raka, dan adiknya Kaesang Pangarep sempat sungkem kepada Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri di KPU.
Namun, di media sosial mulai menyebar menarasikan Gibran dan Kaesang ditolak oleh Megawati. Disebutkan Megawati tidak menghiraukan sungkem Gibran dan Kaesang.
Gibran dengan tegas membantah adanya penolakan dari Megawati ketika dirinya dan Kaesang sungkem.
“Tidak ada penolakan kok, jangan percaya hoaks,” kata Gibran di Balai Kota Solo, Rabu (15/11).(Sumber)





