Politiknesia.com

Upayakan Normalisasi, Israel Setuju Serahkan Pulau di Laut Merah ke Arab Saudi

Pulau Merah

Israel mengungkap pada Kamis (14/7), pihaknya menyetujui penyerahan dua pulau strategis di Laut Merah ke Arab Saudi.

AFP melaporkan, para pejabat Israel yang tidak menyebutkan namanya mengkonfirmasi kabar tersebut. Mereka mengatakan, Israel berharap dapat memulai proses normalisasi hubungan antara kedua negara.

Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, akan membahas isu tersebut dalam kunjungannya ke Arab Saudi. Menemui para pemimpin Teluk, Biden akan terbang menuju Jeddah pada Jumat (15/7).

Penyelesaian status rumit atas pulau-pulau itu dapat membantu membangun kepercayaan antara Israel Arab Saudi. AS sedang menempuh langkah bertahap untuk mengarahkan keduanya menuju hubungan diplomatik.

Israel mengharapkan lawatan Biden akan menyambut awal hubungan itu. Untuk mencapainya, nasib kedua pulau tersebut dapat dipertaruhkan.

Tiran dan Sanafir adalah dua pulau kecil tak berpenghuni di Laut Merah. Namun, pulau-pulau itu memiliki nilai strategis yang signifikan.

Tiran merupakan pulau berukuran sekitar 61 kilometer persegi. Wilayah itu menjadi tuan rumah sebuah bandara kecil untuk pasukan penjaga perdamaian. Sanafir yang terletak di sebelah timur Tiran hanya berukuran sekitar setengahnya.

Kedua pulau tersebut dapat digunakan untuk mengontrol akses ke pelabuhan Eilat di Israel. Perairan keduanya juga terkadang dikunjungi oleh penyelam yang mengincar terumbu karang.

Saat ini, dua pulau gurun tandus itu hanya menaungi sejumlah tentara pasukan perdamaian multinasional.

Terletak di sebelah timur Kota Sharm El-Sheikh, pulau-pulau itu berada dalam kepemilikan Mesir. Namun, Mesir menyetujui penyerahan kedua pulau itu kepada Arab Saudi pada 2016.

Mesir menginginkan imbalan dukungan keuangan. Kendati demikian, keputusan itu terhambat perjanjian damai Israel dengan Mesir pada 1979. Israel harus menandatangani penyerahan itu terlebih dahulu.
Upayakan Normalisasi, Israel Setuju Serahkan Pulau di Laut Merah ke Arab Saudi (2)
zoom-in-white
Perbesar
Presiden AS Joe Biden saat kunjungannya di Yad Vashem Holocaust Remembrance Center di Yerusalem, Rabu (13/7/2022). Foto: Evelyn Hockstein/REUTERS
Arab Saudi membutuhkan persetujuan dari negara yang tidak memiliki hubungan formal dengannya tersebut. Rintangan terakhir inilah yang dapat dinegosiasikan Biden saat menghadiri konferensi di Arab Saudi.

Presiden Mesir, Abdel Fattah al-Sisi, dikabarkan akan hadir dalam agenda itu pula. Dalam beberapa pekan terakhir, Israel mengisyaratkan, Biden dapat mengumumkan inisiatif terkait hal itu selama pembicaraan tersebut.

Arab Saudi telah mengindikasikan keterbukaan terhadap Israel menjelang kedatangan Biden. Riyadh mengumumkan pencabutan pembatasan terhadap seluruh maskapai yang menggunakan wilayah udaranya.

Sehingga, pesawat-pesawat dapat bepergian dari dan ke Israel melalui Arab Saudi. Keputusan tersebut mempersingkat penerbangan ke Asia.

“Keputusan ini adalah hasil dari diplomasi yang gigih dan berprinsip Presiden [Biden] dengan Arab Saudi selama berbulan-bulan, yang memuncak pada kunjungannya hari ini,” ujar Penasihat Keamanan Nasional AS, Jake Sullivan, dikutip dari AFP, Jumat (15/7).

Arab Saudi telah berulang kali membantah bakal berdamai dengan Israel dalam waktu dekat. Riyadh menegaskan, normalisasi hubungan kedua negara hanya terwujud bila Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kota sesuai perjanjian 1967.(Sumber)

Leave a Reply