Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin memberikan perhatian serius terhadap dampak psikologis maupun trauma yang dialami para Pekerja Migran Indonesia (PMI) di kawasan Timur Tengah (Timteng). Fokus utama perlindungan mencakup PMI yang bekerja di Qatar, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Oman, Yordania, dan Kuwait.
Menteri P2MI Mukhtarudin juga menegaskan Iran tidak masuk tujuaan resmi penempatan pekerja migran Indonesia. Baca Juga: Menteri Mukhtarudin: Peluang Kerja ke Eropa Terbuka Lebar, PMI Bali Berminat? “Kalau di Iran itu bukan negara tujuan penempatan. Jika ada warga negara Indonesia (WNI) di sana, kemungkinan mereka berangkat secara mandiri dan jumlahnya dipastikan tidak besar,” ujar Menteri P2MI Mukhtarudin di Denpasar, Bali, dilansir dari Antara.
Kementerian P2MI mencatat sekitar 100 ribu PMI tersebar di berbagai negara Timur Tengah. Baca Juga: Menteri P2MI Kirim Seribuan Calon PMI Bali ke Bulgaria, Moratorium Pengiriman ART Dari jumlah tersebut, belum ada satu pun PMI yang mengajukan permohonan pemulangan, yang menjadi indikator bahwa kondisi di lapangan masih relatif aman. Mukhtarudin mengeklaim Kementerian P2MI terus menjalin komunikasi aktif dengan perwakilan RI (KBRI/KJRI) untuk memantau situasi.
“Sampai hari ini belum ada pemulangan. Baca Juga: BP3MI Bali Fasilitasi Pemulangan PMI Kapal Kargo MV Sun Lie dari Busan Korsel Kami rutin menerima laporan kondisi terkini, seperti dari Kedutaan Besar di Dubai. Jika terjadi sesuatu, kami segera menginformasikan kepada pihak keluarga di Indonesia,” imbuh Menteri P2MI Mukhtarudin.
Ia menjamin negara akan selalu hadir untuk membantu proses evakuasi jika konflik meluas. Meski demikian, saat ini pemerintah masih membuka kesempatan kerja bagi warga negara Indonesia yang ingin berkarier di kawasan Timur Tengah.
Namun, pemerintah menegaskan bahwa negara hanya mengizinkan penempatan sektor formal di bawah badan hukum. “Jadi, Timur Tengah itu yang untuk sektor asisten rumah tangga (ART) itu kami moratorium, tetapi yang sektor formal yang berbadan hukum masih kita buka, yang profesional,” tutur Menteri P2MI Mukhtarudin. (Sumber)





