Ketiga perwira tinggi ini merupakan prajurit-prajurit terbaik di angkatannya. Mereka merupakan jebolan dari pasukan khusus yang diterjunkan dalam Operasi Seroja atau Perang di Timor Timur dan Operasi Damai Cartez untuk menangani terorisme dan Gerakan separatis di Papua.
Operasi Seroja ini pernah dipimpin oleh Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto saat masih bertugas di militer. Saat itu Prabowo menjadi Komandan Grup 1 Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha), yang merupakan salah satu anggota TNI Angkatan Darat.
1. Letjen Richard Tampubolon
Richard merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) Tahun 1992. Dia juga merupakan teman satu Angkatan dari Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Dalam karier militernya, Richard pernah menduduki sejumlah jabatan strategis karena dia berasal dari kecabangan infanteri atau Kopassus.
Usai lulus dari Akmil, Richard menjabat sebagai Danyon 11/Grup 1/Kopassus, Wadan Grup 2/Kopassus, Asintel Danjen Kopassus (2014), Dan Grup 2/Kopassus (2014-2015), hingga Dan Grup 3/Kopassus (2015-2015).
Selanjutnya, pria kelahiran Jakarta, 24 Mei 1968 ini juga pernah menjabat sebagai Danrindam VI/ Mulawarman (2016), Danrem 023/Kawal Samudera (2016-2017), Wadanjen Kopassus (2017-2018), Kasdam VI/Mulawarman (2018-2019), Kaskogabwilhan I (2019-2020), Dankoopssus TNI (2020-2021), Pangdam XVI/Pattimura (2021-2022), Irjenad (2022-2023), hingga Pangkogabwilhan III (2023—2024).
Richard juga tercatat pernah ikut operasi militer di Timor-Timor tahun 1998. Ia juga sempat menjadi Komandan sub Kontingen Sea Games XXXVI di Palembang tahun 2011.
Bahkan saat berpangkat jenderal bintang satu ketika menjabat sebagai Wadanjen Kopassus ia ditunjuk sebagai Kepala Operasi (Kaops) Nemangkawi I di Papua.
Richard dengan pasukan yang dibawanya sukses merebut Markas Organisasi Papua Merdeka (OPM) serta melumpuhkan beberapa pimpinan militer Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB).
2. Letjen Muhammad Saleh Mustafa
Saleh, merupakan lulusan Akademi Militer (1991) yang berasal dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Dia adalah teman satu Angkatan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad). Saleh juga sempat menduduki jabatan strategis selama berkarier di TNI.
Karier militernya dimulai sebagai Danyon 23 Grup 2/Kopassus, Waasops Danjen Kopassus, Dan Grup 1/Kopassus (2012-2013), Asops Kasdam Iskandar Muda (2013-2015), Pasis Sesko TNI (2015-2016), Pamen Ahli Kopassus Bidang Pendidikan & Latihan (2016), Danrem 132/Tadulako (2016-2017).
Selanjutnya Saleh mendapatkan promosi jabatan menjadi Wadanpussenif Kodiklatad (2017-2019), Kasdam Jaya (2019-2021), Kaskogabwilhan II (2021-2022), Pangdam XVII/Cenderawasih (2022-2023), Kaskostrad (2023) Pangkostrad (2023 2024), hingga Irjen TNI.
3. Letjen Bambang Trisnohadi
Bambang, merupakan lulusan terbaik peraih Adhi Makayasa dan Tri Sakti Wiratama Akademi Militer (Akmil) Tahun 1993 dari kecabangan Infanteri (Kopassus). Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Panglima Komando Daerah Militer IX/Udayana.
Beliau pernah menjadi Komandan Upacara penurunan bendera pada upacara Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-70 pada 17 Agustus 2015 di Istana Merdeka.
Selama berkarie di militer, Bambang juga pernah menduduki sejumlah jabatan penting dan strategis. Jabatan tersebut di antaranya, Pabandya Lat Ops Paspampres (2008-2009), Dandenwalpri Grup A Paspampres (2009-2010), Danyonif 315/Garuda (2010—2011), Sespri Wakasad (2011-2012).
Selanjutnya, Bambang menjabat sebagai Dan Grup A Paspampres (2012-2014), Asops Kasdam VI/Mulawarman (2014-2015), Koorspri Kasad (2015-2017), Pamen Denma Mabesad (2017-2018).
Bambang juga pernah menjabat sebagai Danmentar Akmil (2018), Danrem 121/Alambhana Wanawai (2018-2020), Kasdam XVII/Cenderawasih (2020-2021) Ir. Pusterad (2021-2022), Sahli Bidang Keamanan Kemhan (2022), Dirjen Strahan Kemhan (2022-2024), hingga Pangdam IX/Udayana (2024).
(Sumber)





