Politiknesia.com

Tak Puas Kinerja SKK Migas Gagal Genjot Lifting, Menteri Bahlil Lahadalia Lantik 3 Pejabat Baru

Untuk mengurangi impor minyak mentah dan BBM, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia melantik 3 pejabat SKK Migas baru. Langkah ini merupakan bagian dari konsolidasi SKK Migas dalam rangka menggenjot lifting minyak yang selama ini terjun bebas.

“Yang kita hari ini lakukan, dan saksikan ini, merupakan bagian daripada konsolidasi institusi di tingkat SKK Migas dalam rangka melakukan percepatan akselerasi untuk mewujudkan program swasembada energi. Khususnya ketahanan energi, dan ini merupakan salah satu Asta Cita yang menjadi prioritas,” katanya di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (26/2/2025).

Ketiga pejabat yang baru dilantik adalah Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas, Eka Bhayu Setta; Deputi Eksplorasi, Pengembangan, dan Manajemen Wilayah Kerja SKK Migas, Rikky Rahmat Firdaus; dan Deputi Eksploitasi SKK Migas, Taufan Marhaendrajana.

Untuk Deputi Eksploitasi, Menteri Bahlil mewanti-wanti agar fokus menggenjot produksi riil minyak bumi (lifting) bisa mencapai 650.000 barel per hari pada tahun ini.

“Saya meminta agar apa yang sudah dibuat roadmap-nya itu dieksekusi. Jangan lagi muter-muter, waktunya sekarang bukan untuk berdiskusi, waktu sekarang itu untuk mengeksekusi,” katanya.

Ketika SKK Migas dipimpin Dwi Soetjipto, produksi minyak konsisten anjlok dalam 5 tahun. Pada 2020, misalnya, angka lifting bertengger di level 708.000 barel per hari. Tahun berikutnya anjlok lagi menjadi 659.000 barel per hari.

Kemudian turun ke 612.000 barel per hari pada 2022. Pada 2023, terjun bebas menjadi 606 barel per hari. Dan hingga Juni, tersisa 578.000 barel per hari.

Wajar jika capaian ini membuat mumet Menteri Bahlil. Karena, rendahnya produksi minyak dalam negeri membuat pemerintah harus merogoh kocek dalam-dalam, untuk mengimpor minyak dan BBM. Karena, tingkat konsumsi BBM nasional terus naik.

Apalagi saat ini, Kejaksaan Agung (Kejagung) menemukan adanya dugaan megakorupsi impor minyak mentah yang merugikan negara hingga Rp193,7 triliun. Rasa-rasanya ada pihak-pihak yang diuntungkan dengan rendahnya lifting minyak. Karena ada cuan besar dari tiap tetes minyak mentah yang diimpor.

Sementara untuk pengisi jabatan Deputi Dukungan Bisnis, Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar ini, berpesan agar selalu menaati aturan yang ada, serta menjalankan pembinaan terhadap pengusaha-pengusaha di daerah.

“Tolong perhatikan aturan baik-baik. Tuan Bapak itu cuma aturan aja yang bisa menyelamatkan bapak, dan saya minta agar melakukan pembinaan kepada pengusaha-pengusaha daerah itu harus dilakukan,” katanya.(Sumber)