Politiknesia.com
Parpol  

Ali Mochtar Ngabalin: Modernisasi Indonesia di Bawah Prabowo Seperti China, Diawali Perencanaan Strategis

 

Hari kedua mengunjungi China, delegasi Partai Golkar yang dipimpin Ketua Ali Mochtar Ngabalin dan sekretaris Amriyati Amin kembali menghadiri seminar yang digelar di Hunan Academy of Governance di kota Changsha, Hunan. Kali ini Profesor Mao Mingfang yang menyampaikan materi “Mendorong Modernisasi Tiongkok Secara Komprehensif Melalui Pembangunan Berkualitas Tinggi”, Jumat (17/07/2026).

Profesor Mao mengungkapkan modernisasi di Tiongkok berbeda dengan negara lain karena dilakukan komprehensif sesuai kondisi nasionalnya yang memiliki populasi besar dan geografis luas tanpa menghilangkan kearifan lokal.

“Dengan populasi yang besar, modernisasi dilakukan demi mencapai kemakmuran seluruh rakyat lewat cara yang damai sehingga dapat membangun peradaban tinggi baik material maupun spiritual,” tutur Profesor Mao yang juga pakar filsafat teknologi di Fakultas Sains dan Teknologi Hunan Academy of Governance.

Profesor Mao mengungkapkan, target China membangun masyarakat yang makmur secara menyeluruh telah tercapai pada tahun 2020. Selanjutnya lewat modernisasi bertujuan membangun negara yang kuat baik secara teknologi, ekonomi maupun sosial budaya.

“Kami investasi besar pada penelitian dan pengembangan. Tiap tahun pemerintah kucurkan dana 3,6 triliun Yuan, terbesar kedua di dunia. Inovasi terus berjalan jadi pilar modernisasi pertanian dan industri berteknologi tinggi menciptakan produk dengan kualitas unggul dan produktivitas yang maju,” kata profesor Mao yang juga Sekjen Asosiasi Dialektika Alam Provinsi Hunan ini.

Ketua Bidang Luar Negeri dan Hubungan Internasional DPP Partai Golkar, Ali Mochtar Ngabalin bersama 19 kader beringin lainnya menyimak serius pemaparan Profesor Mao Mingfang soal modernisasi Tiongkok.

“Sungguh luar biasa apa yang dilakukan para pemimpin politik di China untuk memakmurkan 1,4 miliar rakyatnya yang tersebar di dataran yang terbentang luas dari timur ke barat. Hingga tak ada lagi orang miskin, semua sudah masuk taraf sejahtera,” ujar Ali Mochtar Ngabalin.

Menurut Ali Mochtar, Indonesia tak kalah hebat dari China, sama-sama bangsa yang besar. Meski banyak tantangan, seperti letak geografis kepulauan yang tersebar terpisah hingga jumlah suku bangsa yang sangat banyak, bukan alasan untuk pesimis. Ali Mochtar sangat yakin Indonesia bisa maju dan modern seperti China.

“Profesor Mao tadi bilang dataran China punya luas 9,7 juta km2 terbentang dari timur ke barat dan dihuni 56 suku bangsa didominasi suku Han, tapi modernisasi berjalan dengan damai tanpa konflik antar manusia maupun dengan ekosistem. Semua diperhitungkan sangat matang,” papar Guru Besar Hubungan Internasional Busan University of Foreign Studies Korea Selatan ini.

Ali Mochtar Ngabalin puji perencanaan matang dan strategis modernisasi China yang berawal dari riset yang serius dengan teknologi tinggi, bangun sistem industri yang tangguh dan modern, menciptakan pasar domestik yang kokoh dan gencar melebarkan sayap membuka pasar global.

“Materi yang luar biasa dari profesor Mao. Apa yang sudah dilakukan China, kini dijalankan pak Prabowo mulai perencanaan pembangunan ekonomi khususnya dengan hilirisasi yang digagas pak Bahlil Lahadalia. Semua SDA ditingkatkan nilai tambahnya sebelum diekspor. Anggaran riset BRIN ditingkatkan. SDM kita dibangun lewat MBG, UMKM kita sebagai tulang punggung ekonomi nasional dibantu permodalan dan pendampingan. Bismillah, kita akan jadi bangsa yang besar seperti China,” pungkas Ali Mochtar Ngabalin.