Wakil Gubernur (Wagub) Jakarta Rano Karno meninjau lokasi banjir yang ada di beberapa titik Jakarta Timur.
Rano sempat berkunjung ke lokasi pengungsian di SDN Kampung Melayu 01/02 dan Kantor Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur. Kemudian berlanjut melihat pintu air yang ada di Sodetan Ciliwung.
Saat menengok korban banjir, ia mengaku belum hafal sejumlah titik pintu air yang berisiko banjir. Meski begitu, dia memastikan sudah paham tentang sistem pintu air karena berpengalaman selama jadi Gubernur Banten.
“Jujur ini minggu kedua saya kerja, belum semua saya hafal. Kalau masalah air, saya tahu, karena dulu di Banten ngurusin pintu sepuluh. Jadi saya agak paham. Cuma kalau Jakarta memang lebih complicated,” kata Rano ditemui di sodetan Ciliwung, Jakarta Timur, Senin (3/2/2025).
Hari ini jam 13.00 siang, Rano mengatakan bakal melakukan rapat koordinasi masalah banjir di Balaikota Jakarta, salah satunya mengundang pihak BMKG.
Dalam rapat tersebut, dia mengatakan, ingin mengetahui metode perkiraan cuaca agar curah hujan bisa diketahui untuk bisa lakukan antisipasi banjir.
“Supaya bisa paham, kalau gak pakai metode, kerja pakai feeling begini udah bukan waktunya lagi. Jadi kita harus paham apa yg akan terjadi, seminggu aja nggak usah panjang-panjang, deh. Seminggu aja tingkat hujan seberapa besar, jadi semua kan bisa antisipasi,” tuturnya.
Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, banjir yang terjadi akibat luapan Kali Ciliwung. Banjir dilaporkan makim meluas dan kini dampaknya sampai ke 47 RT di daerah Jakarta Selatan (Jaksel) dan Jakarta Timur (Jaktim).
Hujan yang terjadi di Jakarta dan sekitarnya pada Minggu (2/3/2025) menyebabkan kenaikan Bendung Katulampa yang berada di Bogor, Jawa Barat, menjadi siaga tiga atau waspada pada pukul 20.20 WIB.
Kenaikan ketinggian air itu turut merambat sampai ke Kali Ciliwung yang menyebabkan banjir di sejumlah titik di Jakarta.(Sumber)





