Badan Intelijen Pertahanan (DIA) Korea Selatan mengaku mengantongi informasi Korea Utara (Korut) memasok 12 juta peluru artileri kaliber 152 mm ke Rusia dalam perang di Ukraina.
“Jika dihitung dengan peluru 152 mm, (jumlah peluru yang dipasok) diperkirakan telah melebihi 12 juta,” kata DIA, yang berada di bawah naungan Kementerian Pertahanan Korea Selatan, dikutip dari Yonhap News, Senin (14/7/2025).
Laporan DIA ini, dibagikan kepada seorang anggota parlemen dari partai oposisi utama. Pada laporan itu, juga diinformasikan rezim Kim Jong Un telah mengirim sekitar 28.000 kontainer berisi senjata dan peluru artileri.
Pada akhir Juni, badan intelijen Korea Selatan mengklaim bahwa Korea Utara kemungkinan akan mengirim lebih banyak pasukan ke Rusia dalam dua bulan ke depan.
Korea Utara mengerahkan ribuan tentara untuk membantu Rusia dalam perang di Ukraina, setelah penandatanganan perjanjian kemitraan strategis antara pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Pyongyang pada Juni 2024.
Kepala Keamanan Rusia, Sergei Shoigu, mengatakan bahwa Korea Utara akan mengirim 6.000 personel ke Rusia.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.000 insinyur tempur dan 5.000 personel pembangunan militer untuk membantu pembersihan ranjau dan upaya rekonstruksi di wilayah Kursk yang berbatasan dengan Ukraina.
Sebelumnya pada April, badan intelijen Korea Selatan mengklaim bahwa Korea Utara kemungkinan telah mengalami sekitar 4.700 korban saat bertempur bersama pasukan Rusia dalam perang Ukraina, dengan 600 kematian yang telah dikonfirmasi.(Sumber)





