Presiden Kolombia Gustavo Petro kembali bersuara lantang. Ia mengecam dunia yang diam melihat penderitaan rakyat Gaza, menyebut tindakan itu sebagai perbuatan anti-kemanusiaan.
Melalui akun media sosial X, Jumat (29/8/2025), Petro tidak tanggung-tanggung dalam melontarkan kritiknya. “Siapa pun yang membiarkan genosida berarti anti-kemanusiaan; bahkan binatang buas pun tidak akan melakukan hal seperti itu,” tulisnya.
Ia juga menyertakan video yang menunjukkan keputusasaan warga Palestina yang berebut bantuan kemanusiaan. Menurutnya, mereka yang berdiam diri dan membiarkan tragedi ini adalah ‘sekutu dari genosida’ dan ‘terasing secara spiritual dari bumi’.
Kolombia Sudah Putus Hubungan Diplomatik dengan Israel
Sikap tegas Petro ini bukan hal baru. Sebelumnya, pada 3 Mei, Kolombia sudah memutus hubungan diplomatik dengan Israel. Keputusan itu diambil sebagai bentuk protes terhadap operasi militer Israel yang terus berlanjut di Gaza.
Sejak Oktober 2023, lebih dari 63.000 warga Palestina tewas akibat serangan Israel. Kampanye militer ini telah menghancurkan Jalur Gaza, yang kini menghadapi ancaman kelaparan.
Tak hanya itu, Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) juga sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Di Mahkamah Internasional (ICJ), Israel juga menghadapi gugatan genosida. Namun, meski menghadapi tekanan internasional, serangan brutal terhadap rakyat Gaza terus berlanjut, memicu penderitaan yang tak berkesudahan.(Sumber)





