Politiknesia.com

Jutaan Warga Iran Ikrarkan Sumpah Setia kepada Mojtaba Khamenei

Gelombang emosi dan loyalitas membuncah di seantero Iran. Hanya berselang satu hari setelah pengumuman krusial oleh Majelis Pakar Iran, jutaan warga tumpah ruah ke jalan-jalan utama untuk menyatakan sumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei, Senin (9/3/2026).

Pertemuan akbar bertajuk ‘Baiat Nasional’ ini digelar serentak di berbagai kota besar, menandai babak baru kepemimpinan Republik Islam Iran di tengah situasi regional yang sedang membara. Di Teheran, jantung kekuasaan negara tersebut, Lapangan Enghelab yang ikonis menjadi saksi bisu berkumpulnya massa dari berbagai lapisan masyarakat.

Penghormatan untuk Ali Khamenei
Suasana di Lapangan Enghelab tampak sangat emosional. Massa tidak hanya mengibarkan bendera nasional tiga warna—hijau, putih, merah—tetapi juga menjunjung tinggi foto Mojtaba Khamenei bersandingan dengan potret mendiang ayahnya, Ali Khamenei.

Kehadiran sosok Mojtaba dipandang sebagai simbol kontinuitas perjuangan Iran. Sebagaimana diketahui, Ali Khamenei gugur dalam serangan udara gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada akhir Februari lalu. Tragedi tersebut tidak hanya mengguncang stabilitas domestik Iran, tetapi juga memicu eskalasi militer besar-besaran di kawasan Timur Tengah.

Konsolidasi Kekuatan di Tengah Konflik
Para pejabat tinggi Iran turut hadir di tengah kerumunan massa, menunjukkan soliditas rezim di bawah kepemimpinan baru. Penunjukan Mojtaba oleh Majelis Pakar dianggap sebagai langkah taktis untuk meredam potensi gejolak internal pasca-kematian sang ayah yang telah berkuasa selama puluhan tahun.

Bagi rakyat Iran yang hadir, sumpah setia ini bukan sekadar seremoni formal. Ini adalah pesan politik yang tegas kepada Washington dan Tel Aviv bahwa struktur kekuasaan Teheran tetap berdiri kokoh meski dihantam serangan udara yang mematikan.

“Kami berdiri di sini untuk menunjukkan bahwa kematian seorang pemimpin tidak akan memadamkan revolusi kami,” teriak salah seorang pengunjuk rasa di tengah hiruk pikuk Lapangan Enghelab.

Tantangan Mojtaba Khamenei
Kini, beban berat berada di pundak Mojtaba Khamenei. Sebagai Pemimpin Tertinggi yang baru, ia mewarisi negara yang sedang berada di ambang perang terbuka dengan Israel dan AS. Dunia kini menanti langkah-langkah diplomatik maupun militer apa yang akan diambil oleh sosok yang selama ini dikenal sebagai ‘orang kuat’ di balik layar tersebut.

Dengan dukungan massa yang masif, Mojtaba memiliki modal politik yang kuat untuk menentukan arah kebijakan Iran ke depan. Namun, tantangan berupa embargo ekonomi yang kian mencekik serta ancaman serangan lanjutan dari aliansi Barat akan menjadi ujian pertama bagi kepemimpinannya.(Sumber)