Politiknesia.com

Kim Jong-un Restui Mojtaba Khamenei, Korea Utara Kutuk Agresi AS-Israel

Peta koalisi global semakin mengerucut di tengah bara api yang membakar Timur Tengah. Korea Utara (Korut) secara resmi menyatakan dukungannya terhadap pengangkatan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Tak hanya sekadar ucapan selamat, Pyongyang juga melempar kecaman pedas terhadap serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel yang dinilai telah menginjak-injak kedaulatan Teheran.

Melalui laporan media pemerintah KCNA, Rabu (11/3/2026), rezim Kim Jong-un menegaskan penghormatan penuh terhadap keputusan Majelis Pakar Iran. Mojtaba resmi naik takhta pada 8 Maret lalu, mengisi kekosongan kekuasaan setelah sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, gugur dalam serangan udara dahsyat AS-Israel pada akhir Februari.

“Kami menghormati hak dan pilihan rakyat Iran untuk memilih pemimpin tertinggi mereka di tengah situasi sulit ini,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara dalam pernyataan resminya.

Bagi Pyongyang, pengakuan ini bukan sekadar urusan diplomatik biasa, melainkan simbol solidaritas sesama negara yang selama ini berdiri di garis depan melawan dominasi Barat.

Korut memandang transisi kekuasaan di Iran sebagai benteng pertahanan terakhir Revolusi Islam yang harus didukung demi menjaga stabilitas kawasan yang kini karut-marut.

Kutuk Keras ‘Agresi Ilegal’
Tidak berhenti pada dukungan personel, Pyongyang juga mengarahkan telunjuknya ke Washington dan Tel Aviv. Juru bicara tersebut menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mengutuk keras tindakan militer AS-Israel yang disebutnya sebagai agresi ilegal yang menghancurkan fondasi perdamaian dunia.
“Tindakan agresi ini tidak hanya merusak keamanan regional, tetapi juga meningkatkan ketidakstabilan global secara sengaja,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebagaimana diketahui, eskalasi di Timur Tengah meledak sejak 28 Februari lalu. Serangan udara gabungan tersebut dilaporkan telah merenggut lebih dari 1.200 nyawa. Angka kematian yang terus membengkak ini menjadi bahan bakar bagi narasi perlawanan yang diusung oleh sekutu-sekutu Iran.

Balasan Teheran dan Krisis Regional
Iran tidak tinggal diam. Sebagai respons atas kematian Ali Khamenei, Teheran meluncurkan gelombang serangan pesawat tak berawak (drone) dan rudal balistik. Targetnya tidak hanya wilayah Israel, tetapi juga pangkalan militer yang menampung aset AS di negara-negara Teluk.

Hingga berita ini diturunkan, sedikitnya delapan personel militer AS dilaporkan tewas dalam serangan balasan tersebut. Dunia kini menahan napas, menanti apakah dukungan vokal dari Korea Utara ini akan berlanjut pada bantuan militer nyata yang dapat memperluas palagan perang melampaui perbatasan Timur Tengah.(Sumber)