Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Hidayat Arsani menekankan para pejabat administrator dan widyaiswara di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Babel harus berintegritas dan responsif, guna menciptakan birokrasi adaptif di tengah tantangan perubahan zaman.
“Pemimpin diera sekarang tidak boleh sekadar menjadi perumus kebijakan tetapi harus mampu bertransformasi menjadi agen perubahan dalam menggerakkan organisasi pemerintahan,” katanya saat memberikan pembekalan pada Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun 2026 di Pangkalpinang, Senin.
Ia mengatakan PKA 2026 yang diikuti para pejabat administrator dan widyaiswara di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merupakan instrumen vital dalam menjamin keberhasilan kebijakan publik untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Pemimpin harus mampu membaca arah kebijakan secara utuh, kemudian menerjemahkannya menjadi program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas aparatur sipil negara di tengah dinamika pemerintahan yang kian kompleks.
“Pelatihan ini diharapkan mampu membentuk birokrasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, inovatif dalam mencari solusi, serta berorientasi pada hasil nyata bagi publik,” katanya.
Ia mengajak seluruh peserta untuk menginternalisasi nilai-nilai kepemimpinan yang kuat dalam melaksanakan tugas sehari-hari.
Ia menilai ASN harus memegang tiga poin utama, yaitu inovasi, responsif dan integritas.
“Pegang teguh amanah yang diberikan. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab demi pelayanan publik yang lebih baik,” katanya.
(Sumber)





