Politiknesia.com

Gubernur Melki Laka Lena Dorong Ekonomi NTT Tembus 6 Persen, Targetkan Kemiskinan Turun 10 Persen

Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan optimisme pembangunan Nusa Tenggara Timur saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Provinsi NTT Tahun 2027 di Hotel Aston Kupang, Kamis, 7 Mei 2026. Dalam pidatonya, Gubernur Melki menyebut Musrenbang bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang strategis menyatukan arah pembangunan provinsi dan kabupaten/kota agar selaras dengan program nasional serta kebutuhan nyata masyarakat.

“Musrenbang ini harus melahirkan jawaban konkret, terukur, dan realistis bagi masa depan NTT,” katanya di hadapan pimpinan daerah, Forkopimda, DPRD, akademisi, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya.

Melki memaparkan pertumbuhan ekonomi NTT mencapai 5,14 persen, sedikit di atas rata-rata nasional 5,12 persen. Bahkan, berdasarkan data empat bulan pertama tahun 2026, pertumbuhan ekonomi NTT disebut telah mencapai 5,36 persen.

Menurutnya, capaian itu patut disyukuri karena ditopang sektor pertanian yang melibatkan sekitar 60 persen masyarakat NTT sehingga pertumbuhan dinilai lebih inklusif. “Pertumbuhan kita dinikmati masyarakat luas karena ditopang sektor pertanian, bukan hanya industri ekstraktif,” ujarnya.

Ia juga meminta seluruh kepala daerah di NTT mulai menargetkan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen sebagaimana arahan pemerintah pusat. Dalam RKPD 2027, Pemerintah Provinsi NTT menetapkan lima prioritas utama pembangunan, yakni:

Peningkatan kualitas layanan dasar dan pembangunan SDM

Transformasi ekonomi berbasis potensi unggulan daerah

Penguatan konektivitas dan pemerataan infrastruktur

Ketahanan lingkungan dan pengelolaan SDA berkelanjutan

Reformasi birokrasi dan penguatan tata kelola pemerintahan

Untuk isu stunting, Melki mengakui prevalensi di NTT masih tinggi berdasarkan data survei SSGI yang mencapai 37 persen. Karena itu, ia meminta kolaborasi semua pihak untuk menekan angka tersebut hingga 30,70 persen pada 2027.

Ia juga memberi apresiasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) karena dinilai membantu pemenuhan gizi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Di sektor ekonomi, Melki menekankan penguatan hilirisasi produk unggulan melalui program One Village One Product (OVOP), One Community One Product (OCOP), dan One School One Product (OSOP).

Ia menyoroti keberadaan “NTT Mart” sebagai etalase produk UMKM lokal yang mendapat apresiasi dari sejumlah pejabat nasional, termasuk Wakil Presiden dan beberapa menteri. “Ini smart market UMKM terbaik yang baru ada di NTT,” katanya.

Salah satu bagian pidato yang paling menarik perhatian peserta adalah saat Melki secara terbuka mendorong ASN, kepala dinas, hingga kepala daerah ikut membangun dapur MBG. Menurutnya, program dapur MBG berpotensi menggerakkan ekonomi daerah hingga triliunan rupiah.

“Kalau dapur tidak dibangun, uang hampir Rp6 triliun tidak bisa landing di NTT. Yang rugi kita sendiri,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta. Ia bahkan meminta Bank NTT menyiapkan skema kredit ringan agar ASN dan kelompok masyarakat dapat membuka dapur MBG.

“PKK bikin dapur, kepala dinas bikin dapur, semua bikin dapur supaya ekonomi bergerak,” katanya.

Gubernur Melki juga memasang target ambisius menurunkan angka kemiskinan NTT hingga 10 persen pada akhir masa kepemimpinannya bersama para kepala daerah se-NTT. Saat ini angka kemiskinan NTT disebut turun dari 19,10 persen menjadi 17,5 persen.

“Kalau kita kerja bersama dengan program pusat dan daerah, saya yakin angka 10 persen bisa dicapai,” ujarnya. Di akhir sambutan, Melki resmi membuka Musrenbang RKPD Provinsi NTT Tahun 2027 dan meminta seluruh peserta serius menyusun program pembangunan yang realistis, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (Sumber)