Politiknesia.com

Wamendag Dyah Roro Esti Ungkap Ekspor RI ke Belarus Melejit Hampir 100 Kali Lipat

Hubungan dagang antara Indonesia dan Republik Belarus kini memasuki babak baru yang semakin menjanjikan. Lonjakan nilai ekspor yang bergerak vertikal dalam beberapa tahun terakhir menjadi modal kuat bagi kedua negara untuk memperluas ekspansi kerja sama ekonomi.

Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri menegaskan bahwa pemerintah sangat terbuka terhadap berbagai peluang investasi dan perdagangan yang saling menguntungkan. Sinyal positif ini dilemparkan saat dirinya mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Perdana Menteri Belarus Viktor Karankevich di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

“Indonesia menyambut baik upaya Belarus untuk memperkuat kerja sama perdagangan dengan Indonesia. Kami terbuka terhadap berbagai peluang kerja sama yang saling menguntungkan, baik melalui peningkatan perdagangan maupun investasi,” ujar Roro Esti dalam keterangan tertulis yang diterima Inilah.com di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Nilai Ekspor Indonesia Meroket Tajam
Bukan tanpa alasan Indonesia begitu optimistis melihat kemitraan ini. Jika menengok data statistik, performa ekspor Indonesia ke negara pecahan Uni Soviet tersebut menunjukkan grafik yang luar biasa.

Pada tahun 2022, nilai ekspor Indonesia ke Belarus tercatat hanya berada di angka USD692,7 ribu. Namun, dalam kurun waktu tiga tahun, angka tersebut melesat hampir seratus kali lipat hingga menembus kuota USD79,65 juta pada akhir 2025.

Tren positif inilah yang kini dijadikan landasan kokoh bagi kedua belah pihak. Pemerintah membidik diversifikasi pasar ekspor agar produk lokal semakin bertaji di pasar Eropa Timur, sekaligus menarik arus modal masuk ke dalam negeri.

Salah satu poin krusial yang dibahas dalam pertemuan bilateral tersebut adalah rencana peningkatan perdagangan produk pangan, terutama pasokan daging dan susu dari Belarus. Kendati menyambut baik rencana tersebut, Roro Esti memberikan catatan tebal mengenai aturan main yang berlaku di tanah air.

Pemerintah Indonesia menegaskan tidak akan berkompromi soal standar kualitas dan regulasi domestik. Setiap produk pangan impor yang masuk wajib melewati screening ketat demi keamanan konsumen.

“Kami tetap memastikan seluruh produk yang masuk ke Indonesia memenuhi ketentuan yang berlaku, termasuk aspek keamanan pangan, karantina, dan sertifikasi halal,” tegas politisi muda tersebut.

Sebagai langkah awal mempererat hubungan antarpelaku usaha (business-to-business), Belarus dipastikan bakal ikut ambil bagian dalam ajang bergengsi Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026 melalui paviliun nasional bertajuk Made in Belarus.

Incar Alih Teknologi Kendaraan Komersial
Geliat kemitraan ini tidak berhenti di sektor isi piring saja. Sektor sekunder seperti industri manufaktur turut menjadi menu utama pembahasan. Indonesia melirik potensi Belarus yang dikenal andal dalam memproduksi kendaraan berat dan komersial.

Pemerintah berharap, penjajakan investasi di sektor pengembangan kendaraan komersial ini dapat menstimulus transfer teknologi (transfer of knowledge) yang merata ke tenaga kerja lokal. Langkah strategis ini dinilai mampu memperkuat rantai pasok domestik, mendongkrak nilai tambah industri manufaktur nasional, dan tentu saja membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Di tengah dinamika perdagangan global, Indonesia terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra strategis, termasuk Belarus. Kami ingin memperkuat perdagangan yang tidak hanya meningkatkan nilai transaksi, tetapi juga mendorong diversifikasi pasar ekspor, investasi, dan kolaborasi antarpelaku usaha,” pungkas Roro(Sumber)