Politiknesia.com

KPK Jerat Bupati Bangkalan Tersangka Kasus Jual Beli Jabatan

KPK akhirnya mengungkapkan penyidikan yang dilakukan di Bangkalan, Jawa Timur. Kasus tersebut terkait dengan suap jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

Plt juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, ada enam tersangka yang dijerat dalam kasus tersebut. Mereka dari unsur kepala daerah dan beberapa pejabat di Pemkab Bangkalan.

“Sejauh ini ada 6 orang tersangka namun uraian perbuatan dan pasal yang disangkakan akan kami informasikan secara lengkap tentunya setelah proses penyidikan ini kami anggap cukup,” kata Ali dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (31/10).

Ali belum merinci identitas para tersangka. Namun salah satunya, yakni Abdul Latif Amin Imron. Adik dari eks narapidana dan juga eks Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron itu bahkan sudah dicegah ke luar negeri oleh Imigrasi atas permintaan KPK.

Ali mengajak masyarakat untuk mengawasi proses penyidikan kasus tersebut.
“Kami mengajak masyarakat untuk turut serta mengawal setiap prosesnya dan berharap dapat turut aktif apabila memiliki informasi yang diduga terkait dengan perkara yang dapat di sampaikan kepada Tim Penyidik maupun sarana aduan yang dimiliki KPK lainnya,” kata Ali.

“KPK sangat terbuka untuk selalu memberikan perkembangan informasi dari kegiatan penanganan perkara ini,” sambungnya.

Belum ada pernyataan dari Abdul Latif mengenai kasus hukum di KPK ini.

Penggeledahan di Bangkalan
Pada Senin (24/10), KPK menggeledah ruang kerja bupati, wakil bupati, sekretaris daerah, dan asisten bupati Bangkalan. Dalam penggeledahan tersebut dibenarkan oleh Wakil Bupati Bangkalan, Mohni.

Keesokan harinya, penggeledahan kembali dilakukan di DPRD Bangkalan dan kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pemkab Bangkalan. Dalam rangkaian penggeledahan itu, sejumlah barang bukti telah diamankan oleh KPK.

Siapa Abdul Latif Amin Imron?
Abdul Latif merupakan pria kelahiran 5 Mei 1982 (40 tahun). Politikus PPP tersebut terpilih menjadi Bupati Bangkalan periode 2018-2023.

Ia mulai menjabat sejak 24 September 2018 setelah dilantik Gubernur Jawa Timur saat itu, Soekarwo, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Berdasarkan data yang dihimpun, Abdul Latif menempuh pendidikan dasar dan menengah di Jakarta Utara. Kemudian dia lulus Kelompok Belajar Paket C di Bangkalan tahun 2004 (setara SMA).

Dia juga merupakan lulusan pondok pesantren Sidogiri, Kraton, Pasuruan.
Karier organisasi Abdul Latif berkutat di organisasi kepemudaan. Berikut daftarnya:
Pembina PC GP Ansor Bangkalan (2016-sekarang)

Pembina Badan Silaturahmi Santri dan Tokoh Muda Madura (2010-2015)

Pembina Badan Komunikasi Pemuda dan Remaja Masjid Indonesia (2016-sekarang)

Pembina Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (2016-sekarang) Ketua DPC PPP Kabupaten Bangkalan (2016-2021)

Sebelum menjadi Bupati, dia pernah menjadi Wakil Ketua DPRD Bangkalan pada 2014-2018.(Sumber)

Leave a Reply