Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung angkat bicara soal kondisi SDN Kebayoran Lama 09 Pagi yang sebagian bangunannya roboh sejak 2024 dan belum kunjung diperbaiki.
Pramono mengaku baru mengetahui persoalan tersebut setelah viral, dan meminta maaf karena sempat merespons seadanya lantaran belum punya informasi lengkap.
“Mohon maaf, pada saat itu saya memang belum mengetahui persoalannya,” aku eks Sekretaris Kabinet itu di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Setelah mempelajari persoalan itu, Pramono mengaku langsung memerintahkan jajarannya untuk meninjau langsung kondisi di lapangan.
“Saya juga baru mengetahui bahwa persoalan tersebut sudah berlangsung cukup lama dan belum terselesaikan,” tuturnya.
Seluruh jajaran Dinas Pendidikan DKI Jakarta pun segera dijadwalkan menghadap untuk membahas persoalan tersebut secara khusus.
Pramono menegaskan, sekolah yang rusak di Kebayoran Lama harus masuk prioritas untuk segera dibangun ulang.
Pembangunan akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta yang menjadi salah satu prioritas penanganan.
Apabila anggaran dalam APBD belum mencukupi, Pramono menyebut pihaknya akan membuka opsi pembiayaan lain yang sah seperti KLB hingga CSR.
“Penyelesaiannya menjadi salah satu prioritas kami,” tegas politisi PDIP itu.
Selain sekolah di Kebayoran Lama yang tengah menjadi sorotan publik, Pramono menyebut ada 22 sekolah lain yang kondisinya juga telah teridentifikasi rusak dan bakal segera ditangani secara bertahap.
(Sumber)





