Politiknesia.com
Parpol  

Airlangga Hartarto Ajak Kader Partai Golkar Manfaatkan Artificial Intelligence Untuk Kebaikan Bersama

Kehadiran Artificial Intelligence (AI) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas dalam berkarya.

Demikian disampaikan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto

Hal itu disampaikan Airlangga saat memberikan opening remark dialog public dengan tema Kecerdasan Buatan: Tantangan dan Peluang Bagi Indonesia, Senin (12/6).

Acara berlangsung di Airlangga Classroom, Kantor DPP Partai Golkar. Acara ini sendiri merupakan rangkaian pembukaan Pendidikan Executive Education for Young Political Leaders Angkatan 12 Golkar Institute.

Airlangga meminta kader-kader berkarya secara nyata dan dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi masyarakat

“Setiap kader Golongan Karya harus memiliki karya nyata yang membawa manfaat bagi orang banyak, yang dapat ditunjukkan dengan bangga: Saya Golongan Karya, ini karyaku, mana karyamu?”, ujar Airlangga.

“Kita harus manfaatkan AI untuk meningkatkan kualitas dari karya kita. Di saat lain, kita harus mempersiapkan masyarakat Indonesia dengan sebaik-baiknya agar mampu mempergunakannya untuk kebaikan, dan mengelola risikonya agar terhindar dari keburukan”, lanjut Airlangga yang juga merupakan Ketua Dewan Pembina Golkar Institute.

Airlangga menyebut bahwa di era kecerdasan buatan ini, Pemerintah Indonesia telah menyiapkan Langkah dan strategi.

Menko Perekonomian itu juga menyebutkan tiga hal yang harus dipersiapkan dalam menghadapi tantangan AI.

“Indonesia juga telah memiliki Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial sejak 2020, dalam konteks pencapaian Visi Indonesia 2045. Tujuannya agar peraturan perundang-undangan yang yang terkait dengan AI mengacu pada dokumen ini”.

“Setidaknya ada 3 hal yang perlu kita persiapkan agar ekonomi dan masyarakat kita juga mendapatkan manfaat sebesar-besarnya dari AI. Pertama, investasi dalam riset dan pemanfaatan AI di berbagai sektor. Ini memerlukan kerjasama erat antara pemerintah, industri, universitas, asosiasi
profesi, dan organisasi masyarakat, secara nasional maupun internasional.”

“Kedua, mempersiapkan sumber daya manusia yang dapat memanfaatkan AI dengan sebaik-baiknya. AI tidak akan bisa menghasilkan manfaat yang besar sekiranya tidak dimanfaatkan oleh manusia yang handal.”

“Ketiga, menyusun jaring pengaman sosial, khususnya bagi masyarakat dan pekerja yang akan terdampak dengan hadirnya AI. Kehadiran AI akan membuat banyak pekerjaan tergantikan, terutama yang mengandalkan keterampilan rendah.”

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Golkar Institute, Ace Hasan Syadzily menyebutkan bahwa Golkar Institute telah melaksanakan kegiatan Pendidikan Executive Education for Young Political Leaders Angkatan sebanyak 12 kali.

Kegiatan kali ini diikuti sebanyak 45 orang peserta terdiri dari 29 orang laki-laki dan 16 orang perempuan dari berbagai provinsi se Indonesia.

Latar belakang peserta juga beragam, mulai dari wiraswasta, 3 orang Anggota DPRD, dan 1 orang Aparatur Sipil Negara (ASN).(Sumber)

Leave a Reply