Politiknesia.com
Parpol  

Airlangga Hartarto: Mengurus Partai Golkar Lebih Sulit Dari Tugas Menko Perekonomian

Menteri Perekonomian Airlangga Hartato, yang juga Ketua Umum Golkar menyampaikan, ngurus Partai Golkar lebih angel daripada menjadi Menteri Koordinator Perekonomian.

Pernyataan itu disampaikan Airlangga saat menjawab pertanyaan salah satu anggota Pra-Kerja yang hadir dalam pertemuan “Ngumpul Jeh Karo Menko Perekonomian”, di Kota Cirebon, Jumat siang (16/6/2023).

Syarif Fauzi (34) peserta Pra-Kerja Angkatan ke 22 tahun 2022 melontarkan pertanyaan kepada Airlangga. Syarif berusaha membandingkan beban tugas Airlangga sebagai Kepala atau Koordinator Perekonomian di Indonesia dengan tugas Airlangga sebagai Ketua Umum partai.

“Pertanyaan berikutnya agak menggelitik, bapak sebagai komandannya ekonomi di Indonesia, dan juga ketua umum partai, lebih sulit mana menjadi menteri dengan mengurus partai,” kata Syarif disambut riuh dan tepuk tangan orang yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Airlangga, yang menjadi pembicara dalam pertanyaan itupun sempat tertawa. Dia sontak menjawab bahwa kedua posisi itu memilki peran yang saling melengkapi, baik sebagai Menko Perekonomian dan juga menjadi ketua umum Partai Golkar.

“Itu komplimenteri, kalau menteri kita ngurus kebijakan publik, ngurus iklim usaha, ngurus program yang bisa dirasakan langsung masyarakat. Kalau di Partai, yang diurus Sumber Daya Manusia.

Orangnya. Dan ngurusnya orangnya, pinter-pinter, nah itu agak lebih angel,” jawab Airlangga disambut riuh peserta. Setelah menghabiskan tawa dan senyum, Airlangga melanjutkan pernyataannya bahwa angel yang dia maksud bisa memiliki dua arti.

Angel dalam bahasa Jawa yang berarti sulit, yakni lebih sulit ngurus partai. Satu lagi, Angel yang berarti Malaikat, yakni mengurus orang-orang pintar.

Orang nomor satu di Partai Golkar ini menjabat menteri Koordinator Perekonomian pada Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019.

Sejak saat itu, dirinya menjalankan tugas dan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan Presiden yang berkaitan dengan perekonomian Indonesia, yang salah satu programnya adalah Pra Kerja.

Syarif Fauzi, yang menanyakan perbandingan dua tugas Airlangga, mengakui bahwa dirinya adalah salah satu penerima manfaat program Pra-Kerja. Syarif adalah angkatan atau gelombang ke 22 di tahun 2022.

Dirinya terdampak Pandemi Covid-19 sehingga kehilangan pekerjaan di tahun 2022. Syarif kemudian daftar dan mendapatkan pelatihan tentang UMKM.

Syarif kemudian memberanikan diri meminjam modal ke orang tua untuk jualan angkringan. “Saya ikut pelatihan prakerja, saya ambil pelatihan UMKM, saya aplikasikan, tiga bulan setelah itu, saya nekat pinjam buka UMKM, sampai sekarang Alhamdulillah berjalan, jualan angkringan punya Lim gerobak,” kata Syarif disambut tepuk tangan peserta lain.

Syarif menyampaikan, kendala yang saat ini dihadapi adalah minimnya permodalan sehingga dia berharap dapat difasilitasi soal pinjaman kredit. Menanggapi hal itu, Airlangga langsung mencari Bank penyedia KUR dan langsung berencana menyambungkan Bank dengan Syarif. “Bantuan kredit bisa kita kasih,” jawab Airlangga seketika.(Sumber)

Leave a Reply