Politiknesia.com

Banyak Kalangan Sebut Deindustriliasasi, Menperin Agus Gumiwang ‘Mimpi’ Industri RI Maju

Ketika banyak kalangan menyebut Indonesia mengalami kemunduran industri alias deindustrialisasi, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita malah sebaliknya. Dia ngotot industri di Indonesia maju pesat. Mimpi kali ye?

Dia menyatakan Indonesia sanat layak dijadikan model pembangunan industri, mengingat pengalaman dalam proses industrialisasi yang dimiliki cukup panjang.

Disampaikan, negara yang baru memulai program industrialisasinya seperti Arab Saudi bisa bertukar pemikiran dengan Indonesia karena pengalaman membangun industri manufaktur sudah cukup lama.

“Arab Saudi relatively baru memulai program industrialisasinya, dan itu membuat Indonesia yang sudah relatif lebih panjang dalam membangun industri di dalam negerinya, itu bisa dijadikan model bagaimana Indonesia dalam pengalaman berpuluh-puluh tahun ini membangun industri manufakturnya,” kata Menperin ditemui usai melakukan pertemuan dengan Menteri Industri dan Sumber Daya Mineral Arab Saudi Bandar Al-Khorayef di Jakarta, Rabu (16/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut selain membahas penguatan kerja sama di bidang perindustrian, disampaikan Menperin, Indonesia dan Arab Saudi akan bertukar pemikiran dalam mengembangkan kawasan industri.

Saat ini, kata dia, jumlah kawasan industri yang ada di Indonesia lebih dari 150 kawasan, serta sudah dikelola dengan baik. “Karena pengembangan industri baru dilaksanakan recently, mereka juga akan tukar pikiran dengan Indonesia bagaimana mengembangkan kawasan-kawasan industri,” kata Menperin Agus.

Sebelumnya, mantan Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid menyebut, Indonesia saat ini mengalami deindustrilisasi prematur. Akibatnya, sektor manufaktur sebagai motor penggerak utama perekonomian nasional, tidak berkembang pesat.

Sehingga perekonomian Indonesia sulit bergerak dan ketinggalan jauh dari Vietnam yang sektor manufakturnya melesat. “Saya mau cerita satu negara yang dulunya struggle kayak kita, eh sekarang jadi jagoan manufaktur dunia. Negara itu adalah Vietnam,” kata Arsjad, dikutip dari akun Instagram @arsjadrasjid, Senin (14/4/2025).

Arsjad menganalogikan pergerakan ekonomi sebuah negara, tak ubahnya adu balap. Seluruh potensi ekonomi adalah mesinnya. Nah, motor utama Vietnam untuk memenangkan adu balap ini adalah industri manufaktur. “Vietnam ternyata punya mesin turbo yakni manufaktur sehingga bisa memenangkan balapan. Meninggalkan jauh Indonesia,” ungkapnya.

Demikian pula, ekonom senior Prof Didik J Rachbini yang menyebut deindustrialisasi sudah menjangkiti Indonesia. Dampaknya perekonomian tidak akan tumbuh tinggi. sehingga, keinginan Presiden Prabowo Subianto meroketkan ekonomi hingga 8 persen, hanya menjadi ‘omon-omon’.(Sumber)